The Most KUA Madang Suku II Diawali Dengan Shalat Duha Berjamaah
06 Mar 2026 | 22 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Selatan
PW. APRI Sumsel (OKU Timur), –Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Madang Suku II Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) menggelar kegiatan program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) di SMAN 1 Madang Suku II dengan sasaran Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diikuti oleh 700an siswa dan siswi SMAN 1 Madang Suku II. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Agama yang dilaksanakan secara khusus selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. (Kamis, 5/3/2026)
Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha yang diimami oleh Danik Meiwarto, S.Ag Kepala KUA Madang Suku II.
Dilanjutkan materi, Danik menekankan pentingnya optimalisasi peran bimbingan kepada remaja. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberikan penguatan materi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam modul pembinaan keluarga sakinah oleh Kementerian Agama.
“Melalui program ini kita berharap dapat menekan angka pernikahan usia anak, mencegah perilaku seks pra nikah, serta memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada para remaja dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Program The Most KUA dilaksanakan secara
terukur, sistematis, dan masif dengan melibatkan Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota serta menguatkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pembinaan
masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan.
Menurut Danik usia nikah menurut
Undang-undang no 16 tahun 2019 itu umur 19 tahun baik laki-laki maupun
perempuan. Karena umur tersebut secara fisik, mental dan ekonomi sudah stabil.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Mewakili Kepala SMAN 1 Madang Suku II Mudi Yanto, memberikan apresiasi atas materi yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pembinaan karakter dan edukasi keagamaan secara rutin.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama
kegiatan berlangsung. Acara dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan
tanya jawab, di mana para pelajar aktif berkonsultasi mengenai tantangan
pergaulan remaja dan visi masa depan
Melalui kegiatan ini diharapkan para remaja memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan kehidupan berkeluarga serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan dalam membangun keluarga sakinah, maslahat, dan berketahanan di masa depan. (Md)