APRI Luwu Utara Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi Kepenghuluan, Bekali Penghulu Baru Hadapi Tugas di Lapangan
24 Jun 2026 | 25 | Penulis : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme penghulu dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Luwu Utara menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Kepenghuluan dengan mengusung tema “Penghulu Profesional, Layanan Berkualitas”, pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Rumah Makan Ulu Bete, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara. Tema tersebut mencerminkan komitmen APRI Luwu Utara dalam mencetak penghulu yang tidak hanya memahami regulasi dan teknis kepenghuluan, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis APRI dalam memperkuat kapasitas penghulu, khususnya bagi para penghulu yang baru saja resmi dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil dan akan mengemban amanah negara di tengah-tengah masyarakat
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara, Drs. H. Sudarmin, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Luwu Utara. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PC APRI Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Hatta Yasin, S.Ag. beserta jajaran pengurus APRI Luwu Utara, seluruh penghulu ASN se-Kabupaten Luwu Utara, serta perwakilan dari pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Luwu Utara.
Bimtek ini secara khusus diperuntukkan bagi delapan orang penghulu yang baru saja dilantik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Pejabat Fungsional Penghulu di Kabupaten Luwu Utara. Melalui kegiatan ini, para penghulu baru mendapatkan pembekalan awal mengenai tugas, fungsi, tanggung jawab, serta berbagai keterampilan teknis yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepenghuluan. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi dan berbagi pengalaman antara penghulu senior dan penghulu baru, sehingga tercipta kesinambungan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Drs. H. Sudarmin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada APRI Luwu Utara yang secara konsisten mengambil peran dalam pembinaan profesi penghulu. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan para penghulu baru memiliki kesiapan yang memadai sebelum terjun langsung melayani masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi APRI Kabupaten Luwu Utara yang telah menginisiasi kegiatan peningkatan kompetensi ini. Mudah-mudahan hasil dari Bimtek ini dapat memudahkan pelaksanaan tugas adik-adik penghulu yang baru dilantik. Dengan bekal yang diberikan hari ini, mereka akan lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas di lapangan. Para talenta muda ini adalah harapan kita ke depan, yang diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat profesi penghulu di Kabupaten Luwu Utara,” ungkapnya.
Sebagai organisasi profesi, APRI Luwu Utara
menghadirkan sejumlah materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman regulasi
sekaligus keterampilan teknis para peserta. Materi pertama berupa Bimbingan
Teknis Regulasi Kepenghuluan yang dibawakan oleh H. Ibnu Wahab, S.Ag.,
M.H., meliputi pembahasan Undang-Undang Perkawinan, Keputusan Menteri
Agama, serta berbagai kebijakan terkait Jabatan Fungsional Penghulu.
Selanjutnya peserta mengikuti Simulasi dan Praktik Prosesi Layanan Nikah,
mulai dari penyampaian mukadimah dalam majelis akad nikah yang dipandu oleh Muhammad
Hatta Yasin, S.Ag., praktik khutbah nikah, doa, dan pembacaan kitab yang
dibimbing oleh KH. Maliki, S.Pd.I., M.H., hingga praktik ijab qabul yang
dipandu oleh Harseko, S.H.I., M.H.. Selain itu, peserta juga mendapatkan
pembinaan baca tulis Al-Qur’an yang dipandu oleh Parsad Mukhlis
Jananto, S.Ag. dan H. Mampa, S.Pd.I., M.H., sebagai bagian dari
penguatan kompetensi dasar penghulu dalam membaca, memahami, dan menyampaikan
ayat-ayat Al-Qur’an secara baik dan benar. Melalui rangkaian materi tersebut,
peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis
yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas kepenghuluan di tengah
masyarakat.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan uji kompetensi penghulu yang diikuti oleh para penghulu baru. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan untuk mengukur tingkat pemahaman, kemampuan teknis, serta kesiapan peserta dalam melaksanakan tugas-tugas kepenghuluan secara langsung di lapangan. Para peserta diuji pada berbagai aspek penting, mulai dari penguasaan regulasi, tata cara pelayanan nikah dan rujuk, kemampuan memimpin prosesi akad nikah, hingga keterampilan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui evaluasi ini, APRI Luwu Utara berharap para penghulu baru memiliki bekal yang memadai sebelum menjalankan amanah sebagai pejabat fungsional penghulu, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketua PC APRI Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Hatta Yasin, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan bentuk nyata eksistensi APRI dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan profesi penghulu.
“Kegiatan ini bukan hanya bertujuan memberikan pembekalan kepada penghulu baru, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan perumusan langkah-langkah strategis ke depan dalam meningkatkan kualitas pelayanan umat. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik berkat kerja sama semua pihak. Kami berharap pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut karena ruang lingkup kepenghuluan sangat luas dan dinamis. Pesan kami kepada para penghulu muda, laksanakan tugas dengan semangat, layani masyarakat dengan hati, berhati-hati dalam bertindak, dan jangan pernah bekerja sesuka hati. Jika kita mengutamakan pelayanan yang tulus, insya Allah akan diberikan petunjuk dan kemudahan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Ibnu Wahab, S.Ag., M.H., menilai bahwa kegiatan peningkatan kompetensi penghulu merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Menurutnya, penghulu adalah representasi negara dalam urusan keagamaan yang memikul amanah besar, sehingga harus dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman regulasi yang memadai. Ia berharap Bimtek ini dapat melahirkan rumusan dan pedoman yang menjadi acuan bersama bagi para penghulu di Kabupaten Luwu Utara dalam menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, APRI Luwu Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan. Ke depan, APRI Luwu Utara berencana melaksanakan berbagai kajian, pelatihan, dan forum diskusi lanjutan guna memperkuat kapasitas penghulu dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, diharapkan para penghulu di Kabupaten Luwu Utara mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepastian hukum, sehingga kehadiran penghulu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mantaaap.... Tunjukkan sikap profesional, adil, dan amanah dalam melayani masyarakat.