Tanamkan Fondasi Mitsaqan Ghalidzan, KUA Sidikalang Berikan Bimwin Mandiri Konstekstual
Daerah

Tanamkan Fondasi Mitsaqan Ghalidzan, KUA Sidikalang Berikan Bimwin Mandiri Konstekstual

  24 Jan 2026 |   6 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus berkomitmen menciptakan keluarga yang tangguh melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Pada Kamis (22/01), Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, memberikan pembekalan khusus kepada pasangan calon pengantin, Adiatma Manik dan Laila, bertempat di ruang Balai Nikah KUA Sidikalang.

Dalam arahannya, H. Abdul Yajid Lingga menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai 4 pilar konsep keluarga sakinah sebagai landasan utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Pilar pertama adalah Zawaj (berpasangan), yang bermakna bahwa suami dan istri harus saling melengkapi dan menyadari bahwa keduanya adalah mitra sejajar dalam kehidupan.

Pilar kedua yang disampaikan adalah Mitsaqan Ghalidzan atau janji kokoh. Beliau mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan emosional, melainkan perjanjian suci di hadapan Tuhan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Komitmen ini menjadi pengingat agar pasangan tidak mudah menyerah saat menghadapi badai persoalan di masa depan.

Selanjutnya, pilar ketiga yakni Mu’asyarah Bil Ma’ruf, yang mengajarkan cara berinteraksi dengan pasangan secara santun dan penuh kasih sayang. Abdul Yajid menjelaskan bahwa komunikasi yang baik dan perlakuan yang mulia antar pasangan merupakan kunci utama dalam menjaga harmonisasi dan menghindari konflik yang berkepanjangan dalam rumah tangga.

Pilar keempat yang tak kalah penting adalah Musyawarah. Di hadapan Adiatma dan Laila, Kepala KUA menegaskan bahwa setiap pengambilan keputusan dalam keluarga harus dilakukan melalui diskusi bersama. Tidak boleh ada satu pihak yang merasa lebih dominan, sehingga setiap langkah yang diambil merupakan hasil kesepakatan yang menghargai pendapat satu sama lain.

Selain empat pilar tersebut, materi Bimwin Mandiri ini juga menyentuh aspek pola-pola kesetaraan dalam berumah tangga. Abdul Yajid Lingga memaparkan bahwa kebahagiaan keluarga akan sulit tercapai tanpa adanya pembagian peran yang adil dan saling mendukung antara suami dan istri, baik dalam urusan domestik maupun sosial.

Konsep kesetaraan ini bertujuan untuk membangun kerja sama tim yang solid antara Adiatma dan Laila. Dengan memahami hak dan kewajiban masing-masing secara proporsional, diharapkan tidak akan ada ketimpangan yang memicu keretakan hubungan, melainkan tercipta rasa saling menghormati dan menghargai eksistensi pasangan.

Menutup bimbingan tersebut, H. Abdul Yajid Lingga,  berharap agar bekal spiritual dan manajerial ini dapat dipraktikkan secara nyata oleh kedua calon pengantin. KUA Sidikalang akan terus hadir memberikan pendampingan berkualitas demi mewujudkan generasi masa depan yang lahir dari keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis