Daerah
Sentuhan Sakinah : KUA Kabanjahe Perkuat Keutuhan Rumah Tangga
02 Mar 2026 | 6 | Penulis : Humas Cabang APRI Karo | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kabanjahe, (Humas). Kepala KUA Kecamatan Kabanjahe melaksanakan kegiatan pembinaan keluarga sakinah kepada sepasang suami istri yang tengah menghadapi persoalan rumah tangga, pada Selasa (2/3), bertempat di ruang konsultasi KUA Kabanjahe.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan dan mediasi keluarga guna menjaga keutuhan rumah tangga di wilayah kerja KUA. Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA didampingi oleh Penghulu Ahmad Yani dan Penyuluh Agama Islam Fitriani Maya Solin yang turut memberikan arahan dan penguatan spiritual kepada pasangan tersebut.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Kepala KUA Kabanjahe menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara suami dan istri. Ia menyampaikan bahwa setiap persoalan rumah tangga harus diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang. “Rumah tangga itu dibangun atas dasar sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga setiap masalah hendaknya diselesaikan dengan musyawarah dan saling menghargai,” ujarnya di hadapan pasangan tersebut.
Penghulu Ahmad Yani dalam arahannya mengingatkan bahwa pernikahan adalah akad yang kuat (mitsaqan ghalizha) yang harus dijaga bersama. Ia menuturkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyakiti. “Jangan biarkan emosi menguasai diri, karena setan sangat senang melihat rumah tangga retak. Perkuat sabar, perbanyak doa, dan bangun kembali kepercayaan,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Islam, Fitri Ani Maya Solin menekankan pentingnya peran istri dan suami dalam menjaga keharmonisan keluarga melalui pendekatan spiritual dan emosional. Ia menyampaikan bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesungguhan dan komitmen bersama. “Keluarga sakinah tidak lahir tanpa ujian. Justru dari ujian itulah kita belajar untuk saling memahami, saling memaafkan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Selain memberikan nasihat, tim KUA juga membuka ruang dialog agar kedua belah pihak dapat menyampaikan keluhan dan harapan masing-masing. Proses mediasi berlangsung dengan tertib dan penuh empati, sehingga kedua pihak merasa didengar dan dihargai. Kepala KUA menambahkan, “Kami di KUA hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membantu mencari solusi terbaik demi keutuhan keluarga.”
Di akhir pertemuan, pasangan suami istri tersebut menyatakan komitmen untuk memperbaiki hubungan dan membangun kembali keharmonisan rumah tangga mereka. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan ketenangan dan keberkahan dalam keluarga tersebut. Melalui pembinaan ini, diharapkan terwujud keluarga sakinah yang kokoh, harmonis, dan menjadi teladan di tengah masyarakat Kecamatan Kabanjahe. (ays)