Sambut Rashdul Kiblat, KUA Rangsang Pesisir Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pengukuran Arah Kiblat
Daerah

Sambut Rashdul Kiblat, KUA Rangsang Pesisir Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pengukuran Arah Kiblat

  15 Jul 2026 |   18 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Meranti (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangsang Pesisir bersama Penyuluh Agama Islam melaksanakan sosialisasi dan simulasi pengukuran arah kiblat dalam rangka menyambut fenomena Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/7) dan diikuti para pengurus masjid dan musala se-Kecamatan Rangsang Pesisir.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada para pengurus rumah ibadah dalam melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, yakni saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara akurat.

Kepala KUA Kecamatan Rangsang Pesisir, Muhammad Muchid, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah.

“Momentum Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memastikan kembali arah kiblat masjid, musala maupun rumah secara mudah dan akurat. Karena itu, kami mengajak seluruh pengurus rumah ibadah dan masyarakat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhammad Muchid.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi pengukuran arah kiblat menggunakan metode sederhana yang dapat dipraktikkan secara langsung saat fenomena Rashdul Kiblat berlangsung. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi agar dapat menerapkannya di masjid dan musala masing-masing.

Fenomena Rashdul Kiblat tahun ini terjadi pada Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada waktu tersebut, masyarakat cukup menegakkan sebuah benda lurus di tempat yang terkena sinar Matahari. Arah bayangan yang terbentuk akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan kiblat, sehingga arah menuju Matahari menjadi arah kiblat.

Muhammad Muchid juga mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 K (Rashdul Kiblat) yang diinisiasi Kementerian Agama.

“Mari manfaatkan momen istiwa’ a’zam ini untuk mengecek dan meluruskan arah kiblat secara mandiri. Ajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar agar bersama-sama berpartisipasi. Dengan kiblat yang tepat, ibadah menjadi lebih khusyuk, hati lebih tenang, serta semakin menguatkan ukhuwah di tengah masyarakat,” ajaknya.


Melalui kegiatan ini, KUA Rangsang Pesisir berharap semakin banyak masjid, musala, dan rumah masyarakat yang memiliki arah kiblat yang akurat, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan lebih mantap sesuai tuntunan syariat.


Bagikan Artikel Ini

Infografis