Nasional





Rapat Periodik Apri Padang Pariaman Perkuat Profesionalisme Penghulu
04 Jun 2026 | 32 | Penulis : pc_apri_ pdpariaman | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Barat
Padang Pariaman — Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Padang Pariaman kembali menggelar Rapat Periodik dan Pembinaan Kepenghuluan yang diikuti seluruh penghulu anggota APRI se-Kabupaten Padang Pariaman, bertempat di Cafe BM Si cincin, Kamis (4/6/2026).
Ketua APRI Cabang Padang Pariaman, Heri Yudiansyah, yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan meningkatkan kompetensi penghulu sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan.
Rapat periodik tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, H. Syafrizal. Ia memberikan motivasi sekaligus penegasan mengenai peran strategis penghulu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, seorang penghulu harus memiliki komitmen yang kuat terhadap tugas dan fungsi sebagai ASN. Ia mengingatkan agar penghulu mengutamakan tugas kedinasan dan tidak mengabaikan tanggung jawab utama sebagai pelayan masyarakat.
“Penghulu harus memiliki tugas dan fungsi yang jelas. Utamakan tugas sebagai ASN, jangan sampai pekerjaan lain menggeser tanggung jawab utama yang telah diamanahkan negara,” ujar Syafrizal.
Ia juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, seluruh aktivitas ASN semakin mudah dipantau dan ditelusuri, baik dari aspek kehadiran, kinerja, maupun integritas keuangan. Oleh karena itu, setiap penghulu dituntut untuk menjaga rekam jejak dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Penghulu adalah pejabat fungsional yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Hati-hati, rekam jejak kita selalu diawasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syafrizal menekankan bahwa ASN harus menjadi bagian dari solusi dan mendukung berbagai program pemerintah, termasuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan masyarakat merupakan modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan.
Selain itu, ia mendorong para penghulu untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak hanya berfokus pada pelayanan pencatatan nikah. Penghulu dituntut memiliki beragam talenta, target pengembangan diri, serta kemampuan berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghulu harus terus berkembang, memiliki target, melahirkan inovasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Yang terpenting dalam hidup adalah keberkahan dari setiap pengabdian yang kita lakukan,” pesannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai regulasi dan perkembangan terkini di bidang kepenghuluan oleh Kasi Bimas Islam, Irsyad. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi para penghulu dalam menghadapi tantangan pelayanan dan implementasi kebijakan keagamaan yang terus berkembang.