Perkuat Pendidikan Karakter, KUA Sindang Kelingi Jalin Konsultasi Kerja Sama Program BRUS dengan SMA Negeri 9 Rejang Lebong
08 Aug 2025 | 38 | Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong | Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu
Rejang Lebong (Humas) — Dalam rangka memperluas program pembinaan keagamaan bagi generasi muda, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi melaksanakan konsultasi kerja sama pelaksanaan Program Bina Rohani Usia Sekolah (BRUS) dengan SMA Negeri 9 Rejang Lebong. Pertemuan ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 9, Bapak Helmi, S.S., M.Pd, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Ibrahim Rasulil Azmi, M.Pd.(07/08/25)
KUA Kecamatan Sindang Kelingi diwakili oleh dua Penyuluh Agama Islam, yaitu Anggi Oktavia, S.Pd.I., dan Slamet Cahyadi Sani, S.Sos., yang hadir untuk memaparkan maksud dan tujuan program BRUS, sekaligus menjajaki pola pelaksanaan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa di lingkungan SMA 9.
Kepala Sekolah Helmi, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyambut baik inisiatif dari KUA Sindang Kelingi. Ia menyampaikan bahwa program seperti BRUS sangat diperlukan untuk mendukung pembinaan karakter dan spiritualitas siswa di tengah berbagai tantangan zaman.
“Kami sangat terbuka untuk bersinergi dengan KUA, karena pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai keagamaan merupakan pilar penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak,” ujar beliau.
Dalam kesempatan itu, Slamet Cahyadi Sani menegaskan bahwa BRUS bukan hanya program ceramah rutin, tetapi merupakan pendekatan edukatif yang melibatkan interaksi, diskusi, dan bimbingan akhlak secara berkala.
“Tujuan kami adalah membantu sekolah dalam membina siswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan berperilaku mulia,” jelasnya.
Anggi Oktavia menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pihak KUA dan sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat segera dimulai dan berjalan secara berkelanjutan.
Konsultasi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menguatkan sinergi antara lembaga pendidikan formal dan institusi keagamaan dalam membentuk pelajar yang religius, toleran, dan tangguh menghadapi tantangan kehidupan.