Perkuat Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Ka. KUA Pancur Batu Pimpin Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Islam
Daerah

Perkuat Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Ka. KUA Pancur Batu Pimpin Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Islam

  16 Apr 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pancur Batu (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap para penyuluh agama Islam pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman dan implementasi Early Warning System (EWS) sebagai langkah strategis dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.

Kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh seluruh penyuluh agama Islam di wilayah Kecamatan Pancur Batu. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pelaksanaan tugas kepenyuluhan berjalan, sekaligus memperkuat kapasitas penyuluh dalam mendeteksi dan merespons secara dini berbagai potensi permasalahan sosial keagamaan.

Dalam arahannya, Ilyas menegaskan bahwa penyuluh agama Islam memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam pembinaan umat. Oleh karena itu, diperlukan kepekaan, ketepatan, serta pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Penyuluh agama harus mampu menjadi agen deteksi dini melalui Early Warning System (EWS). Setiap dinamika yang terjadi di masyarakat harus dapat dipetakan dengan baik, sehingga potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi EWS tidak hanya sebatas pelaporan, tetapi juga mencakup langkah-langkah preventif dan solutif dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat. Penyuluh diharapkan mampu membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak terkait.

Lebih lanjut, Ilyas menyampaikan bahwa penguatan peran penyuluh agama Islam sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kerukunan umat beragama dan menumbuhkan nilai-nilai cinta kemanusiaan sebagaimana tertuang dalam Asta Protas Kemenag RI.

“Kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan harus terus kita jaga dan rawat bersama. Penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, sehingga masyarakat dapat hidup harmonis dalam keberagaman,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan sharing pengalaman antar penyuluh terkait kondisi riil di lapangan. Berbagai tantangan yang dihadapi, seperti potensi gesekan sosial, perbedaan pemahaman keagamaan, hingga dinamika kehidupan bermasyarakat, menjadi bahan evaluasi bersama untuk dicarikan solusi terbaik.

Para penyuluh agama Islam yang hadir menyambut baik kegiatan evaluasi ini. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait penerapan EWS serta strategi pendekatan yang efektif dalam membina masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh penyuluh agama Islam di Kecamatan Pancur Batu semakin profesional, responsif, dan adaptif dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama Republik Indonesia di tingkat kecamatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam mewujudkan kehidupan yang rukun, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Bagikan Artikel Ini

Infografis