Pastikan Akurasi Ibadah, KUA Habinsaran Gandeng Kemenag Toba Samosir Ukur Arah Kiblat
Daerah

Pastikan Akurasi Ibadah, KUA Habinsaran Gandeng Kemenag Toba Samosir Ukur Arah Kiblat

  13 Aug 2026 |   19 |   Penulis : Humas Cabang APRI Toba |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Habinsaran, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Habinsaran menegaskan komitmennya dalam melayani umat di luar urusan pencatatan pernikahan. Pada Kamis (13/08/2026), Kepala KUA Habinsaran, Ikhsan Yakin Siregar, S.HI., memimpin langsung pendampingan Tim Pengukur Arah Kiblat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Toba Samosir untuk melakukan kalibrasi di tiga lokasi rumah ibadah secara maraton.


Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari program standardisasi sarana ibadah di lingkungan masyarakat. Dalam peninjauan lapangan tersebut, Ikhsan Yakin Siregar didampingi oleh para Penghulu fungsional, yaitu Armansyah, SH., dan Muhammad Ilham Saragih, SH. Kehadiran unsur KUA ini menegaskan komitmen lembaga dalam mengawal validitas fasilitas keagamaan secara ilmiah berbasis ilmu falak.


Berdasarkan data teknis, tiga lokasi yang menjadi sasaran utama pengukuran meliputi Musala Nurul Huda dan Masjid Nurul Huda yang terletak di Dusun Matio, Desa Parsoburan Barat, serta Masjid Al-Irsyad di Kelurahan Parsoburan Tengah. Di sela-sela pemantauan, Kepala KUA Habinsaran menjelaskan bahwa layanan kalibrasi arah kiblat merupakan salah satu jenis pelayanan non-nikah yang terus digalakkan oleh jajarannya.


Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari fungsi luas dari keberadaan KUA di tingkat kecamatan yang mencakup kemaslahatan umat dalam cakupan yang lebih luas. "Layanan pengukuran arah kiblat merupakan hak publik yang bisa diakses dengan sangat mudah oleh masyarakat. Pengurus tempat ibadah cukup menghubungi pihak KUA. Selanjutnya, kami akan mengoordinasikan serta mendampingi tim ahli dari Kemenag Toba Samosir untuk turun langsung ke lokasi," ujar Ikhsan Yakin.

 

Ia menambahkan, akurasi arah kiblat merupakan aspek fundamental dalam keabsahan ibadah salat. Oleh karena itu, kekeliruan sekecil apa pun akibat pergeseran geografis atau keterbatasan kompas biasa harus segera disempurnakan menggunakan peralatan modern berbasis optik dan teodolit.

 

Kegiatan ini pun menuai tanggapan yang sangat positif dari berbagai pihak di lapangan. Muhammad Ilham Saragih, SH., selaku Penghulu Pertama yang ikut serta dalam pendampingan, menyatakan bahwa momentum seperti ini menjadi ruang dakwah edukatif bagi para ASN KUA. Melalui edukasi langsung, kepastian hukum keagamaan dapat terjamin sehingga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah dapat terus meningkat.


Apresiasi tinggi juga datang dari perwakilan takmir masjid Hasrin Simbolon . Mereka mengaku selama ini warga hanya mengandalkan aplikasi telepon genggam atau perkiraan manual yang sering kali menimbulkan diskusi panjang di antara pengurus. Dengan hadirnya KUA Habinsaran bersama Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag Toba Samosir yang membawa alat ukur resmi, kini jemaah dapat menunaikan ibadah dengan hati yang mantap, tenang, dan tanpa keraguan lagi.

 

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. Melalui sinergitas yang kuat ini, KUA Habinsaran berharap seluruh musala dan masjid di wilayah hukumnya secara bertahap dapat memperoleh sertifikasi arah kiblat resmi demi kenyamanan ibadah umat. (Iys)

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis