Operator KUA, Tetap Berdakwah Meski Seragam Berganti
Daerah

Operator KUA, Tetap Berdakwah Meski Seragam Berganti

  18 Jul 2025 |   111 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Lampung Timur, (Humas) – Seragam boleh berubah, namun semangat pengabdian tak pernah surut. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Operator Layanan Operasional (OLO) KUA Labuhan Ratu, yang sebelumnya dikenal sebagai Penyuluh Agama Islam. Pada Jumat (18/07/2025), ia kembali menunjukkan konsistensinya menyapa umat di Desa Rajabasa Lama 2.

Meski kini bertugas di ranah administrasi KUA, ia tetap meluangkan waktu untuk hadir dalam majelis taklim dan mengajar ngaji bagi kaum dewasa. Setiap pekan, ia setia membina warga, terutama lansia yang baru belajar mengenal huruf hijaiyah. Bagi dirinya, dakwah adalah panggilan jiwa, bukan sekadar amanah jabatan.

“Dakwah adalah panggilan hati. Saya tidak pernah merasa berhenti, meski jabatan berganti,” ujarnya usai kegiatan ngaji rutin malam Kamis di rumah salah satu jamaah.

Menurutnya, bekerja di KUA adalah bentuk pengabdian struktural, sementara mendampingi masyarakat melalui majelis taklim adalah wujud pengabdian spiritual. Kombinasi ini menjadi energi pelayanan yang utuh: profesional sekaligus penuh keikhlasan.

Kepala KUA Labuhan Ratu, H. Solihin Panji, M.Sy., memberikan apresiasi atas dedikasi pegawainya tersebut. “Kami bangga. Perannya kini memang bukan lagi penyuluh, tetapi semangatnya justru makin membara. Ini menjadi teladan bagi ASN lain, bagaimana tetap hadir dan menginspirasi masyarakat,” tegasnya.

Warga Rajabasa Lama 2 pun menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia dikenal bukan hanya sebagai guru ngaji, tetapi juga sebagai sahabat yang sabar dan telaten membimbing.

Kisah ini menguatkan keyakinan bahwa spirit dakwah tidak lahir dari Surat Keputusan, melainkan dari keikhlasan dan keteguhan hati. Jabatan hanyalah bentuk administratif; dakwah adalah misi hidup. 

Penulis: Humasltim 
Editor: Szp


Bagikan Artikel Ini

Infografis