Menguatkan Ekosistem Wakaf Umat: Kepala KUA Kota Tengah Aktif dalam Rakernas BWI Bertema 'Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan
Daerah

Menguatkan Ekosistem Wakaf Umat: Kepala KUA Kota Tengah Aktif dalam Rakernas BWI Bertema 'Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan

  17 Jul 2026 |   62 |   Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

KOTA TENGAH – Guna memperkuat tata kelola perwakafan nasional, Kepala KUA Kecamatan Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.Hi., mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang diselenggarakan secara virtual via Zoom Meeting pada Rabu-Kamis, 15-16 Juli 2026. Meskipun berlangsung daring, partisipasi beliau menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelaraskan program wakaf daerah dengan strategi nasional.

Mengusung tema "Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan", Rakernas ini dibuka oleh Ketua BWI Pusat, Prof. Kamaruddin Amin. Dalam sambutannya, Prof. Kamaruddin menekankan urgensi transformasi wakaf dari aset statis menjadi instrumen bisnis produktif. "Nazhir adalah aktor sentral. Tanpa peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi, kualitas perwakafan kita tidak akan beranjak naik," tegasnya di hadapan ratusan peserta yang terhubung melalui platform digital.

Kehadiran H. Marton dalam forum virtual ini memiliki nilai strategis ganda. Selain sebagai Kepala KUA, beliau juga merupakan Pengurus BWI Provinsi Gorontalo pada Divisi Pembinaan Nazhir. Peran ganda ini memungkinkan adanya aliran informasi dua arah yang efektif, sehingga regulasi pusat dapat diimplementasikan dengan tepat sasaran di tingkat akar rumput, termasuk di wilayah Kota Tengah.

"Melalui Zoom Meeting ini, saya dapat menyerap best practice dari berbagai daerah tanpa hambatan jarak. Kami bertekad memastikan wakaf di Gorontalo tidak hanya sekadar aset tidur, tetapi mampu bergerak produktif memberikan dampak ekonomi nyata bagi umat," ungkap H. Marton usai sesi diskusi.

Melalui partisipasi aktifnya secara daring, KUA Kota Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada administrasi nikah-rujuk, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi umat. Hasil Rakernas ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan program pembinaan nazhir yang lebih terstruktur, guna mewujudkan ekosistem wakaf yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

Bagikan Artikel Ini

Infografis