Masjid Besar Al-Muhajirin : Kepala KUA Kota Tengah H. Marton Abdurrahman Tekankan Etika Digital di Era Media Sosial
Daerah

Masjid Besar Al-Muhajirin : Kepala KUA Kota Tengah H. Marton Abdurrahman Tekankan Etika Digital di Era Media Sosial

  01 May 2026 |   72 |   Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

Masjid Besar Al-Muhajirin : Kepala KUA Kota Tengah H. Marton Abdurrahman Tekankan Etika Digital di Era Media Sosial
( Edisi Mimbar Jum'at )

GORONTALO, 1 Mei 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Al-Muhajirin, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada pelaksanaan Shalat Jumat (1/5/2026). Jamaah memadati masjid Al-Muhajirin untuk mengikuti ibadah Jumat yang kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.HI.

Dalam kesempatan istimewa tersebut, H. Marton Abdurrahman bertindak sebagai Khatib dengan mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman: “Akhlak Kita dalam Menyikapi Media Sosial”. Khutbah ini menjadi sorotan utama mengingat tanggal 1 Mei bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, di mana aktivitas digital dan penyampaian aspirasi di media sosial sedang berada pada puncaknya.

Menjaga Lisan di Dunia Maya

Dalam khutbah pertamanya, H. Marton Abdurrahman mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 tentang larangan mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus) dan menggunjing (ghibah). Beliau menekankan bahwa prinsip ini tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.

“Jari-jari kita adalah lisan kita di era digital. Satu kali klik ‘share’ berita bohong (hoaks), satu kali ketikan komentar yang menghina, dosa itu mengalir deras sebagaimana air, bahkan bisa lebih cepat dampaknya daripada fitnah di dunia nyata,” tegas H. Marton di hadapan para jamaah yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pegawai, hingga tokoh adat.

Beliau mengingatkan bahwa jejak digital tidak akan hilang di hari kiamat. “Allah Maha Mengetahui apa yang kita ketik, apa yang kita like, dan apa yang kita sebarkan. Media sosial adalah ladang pahala jika digunakan untuk dakwah kebaikan, namun menjadi jurang neraka jika digunakan untuk menebar kebencian dan adu domba,” tambahnya.

Tiga Prinsip Utama Pengguna Media Sosial Muslim :
1.  Tabayyun (Cek Fakta): Jangan pernah menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya. “Jika ragu, berhenti. Jangan jadi mata rantai penyebar hoaks,” ujarnya.
2.  Qaulan Sadida (Berkata Benar & Bijak): Gunakan bahasa yang santun, dan jangan mudah terprovokasi oleh judul berita yang memancing emosi (clickbait).
3.  Manfaat Positif: Manfaatkan media sosial untuk silaturahmi, sebarkan konten-konten keislaman yang moderat.

Respons Jamaah dan Harapan Ke Depan

Salah satu jamaah, mengaku tersentuh dengan pesan khotib. “Biasanya kita cuma pikir media sosial itu buat hiburan. Ternyata ada tanggung jawab besar di depan Allah. Khutbah Pak Kepala KUA sangat menampar kesadaran kami,” ungkapnya usai shalat.

Kepala KUA Kota Tengah ini juga mengajak seluruh pengurus Majelis Taklim dan remaja masjid di wilayah Kota Tengah untuk menjadi ‘polisi moral’ yang lembut di media sosial, yakni dengan cara membombardir linimasa dengan konten-konten positif dan menyejukkan.

“Mari kita jadikan Gorontalo, khususnya Kota Tengah, sebagai ruang digital yang ramah, penuh kasih sayang, dan bebas dari racun perpecahan. Ini adalah bentuk jihad kita di abad 21,” pungkas H. Marton Abdurrahman menutup khutbahnya.

Pelaksanaan Shalat Jumat berlangsung tertib dan lancar hingga selesai, dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kerukunan umat beragama, dan kesejahteraan masyarakat Kota Gorontalo.

Bagikan Artikel Ini

Infografis