Masjid Berdampak: KUA Tuhemberua Perdalam Wawasan Masjid Ramah dan Inklusif
Daerah

Masjid Berdampak: KUA Tuhemberua Perdalam Wawasan Masjid Ramah dan Inklusif

  08 May 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Tuhemberua (Humas). Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, S.Sos mengikuti kegiatan Diskusi Online Masjid Berdampak dengan tema “Wajah Masjid yang Ramah dan Inklusif” yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting, Jumat pagi (08/05). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan wawasan bagi para pengelola dan pegawai Kementerian Agama dalam mewujudkan masjid yang lebih terbuka, nyaman, dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif yang dipandu oleh Siti Masyitoh (Analis Hukum Ahli Pertama pada Subdit Kemasjidan) sebagai moderator. Sementara keynote speaker disampaikan oleh Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., (Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah) yang menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan sosial masyarakat.

Adapun narasumber utama, Zam Zam Kusumaatmadja (Analis Kebijakan Ahli Muda pada Subdit Kemasjidan) memaparkan berbagai konsep dan implementasi masjid inklusif yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah tanpa memandang usia, kondisi fisik, maupun latar belakang sosial.

Dalam pembahasan, dijelaskan beberapa indikator masjid ramah dan inklusif, di antaranya masjid ramah anak, ramah difabel dan lansia, ramah lingkungan, ramah keragaman, serta ramah dhuafa. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, dan memberdayakan masyarakat.

Kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para peserta dari berbagai daerah turut menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai pengelolaan masjid di wilayah masing-masing. Suasana diskusi yang hangat menunjukkan tingginya perhatian terhadap pengembangan fungsi sosial masjid di tengah masyarakat modern.

Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai diskusi ini sangat bermanfaat dalam memperluas pemahaman tentang pengelolaan masjid yang lebih humanis dan inklusif.

“Melalui diskusi ini kita mendapat banyak wawasan baru bahwa masjid harus hadir untuk semua kalangan. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat yang ramah, nyaman, dan mampu merangkul seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia juga berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam diskusi tersebut dapat menjadi inspirasi dalam mendukung penguatan fungsi masjid di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Tuhemberua. (MHS/BNP)

Bagikan Artikel Ini

Infografis