KUA Way Sulan Gelar Pembinaan Takmir Masjid: Wujudkan Masjid Makmur, Mandiri, Berdaya dan Berdampak
Daerah

KUA Way Sulan Gelar Pembinaan Takmir Masjid: Wujudkan Masjid Makmur, Mandiri, Berdaya dan Berdampak

  27 Nov 2025 |   706 |   Penulis : PC APRI LAMPUNG SELATAN |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Way Sulan, Lampung Selatan (27 November 2025) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Way Sulan hari ini, Kamis (27/11), sukses menyelenggarakan Silaturahmi dan Pembinaan Takmir Se-Kecamatan Way Sulan. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Huda Desa Banjarsari ini menjadi forum penting bagi para pengurus DKM untuk meningkatkan kapasitas demi terwujudnya visi "Menuju Masjid Makmur dan Mandiri".

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini disambut antusias oleh para takmir masjid dari depalan desa se-Kecamatan Way Sulan. Kehadiran narasumber yang kompeten membuat sesi pembinaan menjadi padat dan efektif.

Kepala KUA Kecamatan Way Sulan, Nurhadi, S.Sos.I., M.H., tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga bertindak sebagai narasumber utama yang fokus pada aspek legalitas dan profesionalisme pengelolaan masjid.

Dalam materinya, Nurhadi menekankan bahwa tata kelola masjid harus mengikuti prinsip akuntabilitas dan transparansi, sejalan dengan peraturan yang berlaku. Masjid juga harus berdaya dan berdampak.

"Kami dari KUA Way Sulan memiliki tugas untuk membina dan memastikan masjid berfungsi optimal, Berdaya dan Berdampak pada ummat. Kunci menuju masjid makmur adalah pengelolaan yang profesional dan transparan. Dana umat harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Selain itu, kami juga mendorong setiap DKM untuk mengurus legalitas aset masjid agar terhindar dari sengketa di masa mendatang," tegas Nurhadi.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara DKM, KUA, dan pemerintah desa adalah modal utama dalam memajukan peran masjid di masyarakat.

Pembinaan juga menghadirkan Ust. Wawan Setiawan, Ketua Umum Sinergi Masjid Mandiri Indonesia. Ust. Wawan menyoroti perlunya masjid memiliki sumber daya dan program yang mandiri.

"Masjid yang Makmur dan Mandiri tidak hanya menunggu donasi, tetapi harus aktif menciptakan nilai tambah. Kami mendorong takmir agar kreatif, misalnya dengan membentuk unit usaha syariah kecil atau program sosial yang bisa menarik partisipasi jamaah secara berkelanjutan. Kemandirian adalah roh pergerakan masjid masa kini," ujar Ust. Wawan.

Sementara itu, Ust. Abdul Hasim, Ketua DKM Nurul Huda (masjid tempat acara berlangsung), menyampaikan menyampaikan apresiasi kepada KUA Way Sulan sekaligus memberikan pandangannya dari sisi operasional dan pemberdayaan jamaah lokal.

"Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menarik dan melibatkan generasi muda. Masjid harus menjadi tempat yang nyaman, inklusif, dan relevan bagi remaja. Jika remaja sudah betah di masjid, insyaallah kemakmuran masjid akan terjaga hingga masa depan," kata Ust. Abdul Hasim, yang juga mengajak seluruh DKM untuk terus meningkatkan silaturahmi pasca-acara ini.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ditutup dengan momen simbolis berupa penyerahan al qur’an. Seluruh peserta yang hadir menerima bantuan mushaf Al-Qur'an yang disalurkan melalui kerja sama dengan Badan Wakaf Quran. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat membaca, menghafal, dan mengkaji Al-Qur'an di masjid masing-masing, sekaligus melengkapi sarana ibadah di masjid-masjid Way Sulan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan manajemen seluruh masjid di Way Sulan.

Bagikan Artikel Ini

Infografis