Daerah
KUA Mataram Baru Dukung Percepatan Penurunan Stunting dalam Rembuk Stunting Desa Tulung Pasik
24 Jun 2026 | 11 | Penulis : PC APRI Lampung Timur | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
Lampung Timur (Humas)– Kepala KUA Kecamatan Mataram Baru, H. Kasbolah, M.Pd., menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Desa Tulung Pasik yang dilaksanakan di Balai Desa Tulung Pasik, Rabu (24/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menyusun strategi percepatan pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Mataram Baru, Indra, Kepala Desa Tulung Pasik Kholif, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Mataram Baru H. Kasbolah, M.Pd., menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan persoalan pembangunan sumber daya manusia yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum pernikahan. KUA melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara berkelanjutan membekali calon pengantin dengan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan ekonomi keluarga, ketahanan rumah tangga, serta pola pengasuhan anak yang baik dan bertanggung jawab.
"Perkawinan yang dipersiapkan secara matang akan melahirkan keluarga yang kuat dan menjadi pondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing," ujarnya.
Lebih lanjut, H. Kasbolah menjelaskan pentingnya perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, pada fase tersebut orang tua memiliki peran strategis dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan kesehatan secara rutin.
"Keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling mendukung akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak secara optimal," tambahnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari gerakan pencegahan stunting. Dalam ajaran Islam, menjaga keturunan (Hifzhun Nasl) merupakan salah satu tujuan utama syariat yang menempatkan kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak sebagai amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Melalui majelis taklim, penyuluhan agama, dan pembinaan keluarga sakinah, KUA Mataram Baru siap bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Menutup penyampaiannya, H. Kasbolah mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama demi masa depan bangsa.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan masa depan bangsa. Mencegah stunting berarti menyiapkan generasi yang kuat fisiknya, cerdas pikirannya, sehat mentalnya, dan mulia akhlaknya," pungkasnya.
Kegiatan rembuk stunting tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan berbagai masukan strategis sebagai bahan penyusunan program prioritas desa dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Tulung Pasik.