Gunungsitoli, (Humas). Upaya meningkatkan kualitas keluarga dan mempersiapkan calon pengantin (catin) memasuki kehidupan rumah tangga kembali dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah. KUA Gunungsitoli yang telah bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Gunungsitoli, menghadirkan pembekalan terpadu yang mencakup aspek agama, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga.
Kegiatan dilaksanakan di Balai Nikah KUA Gunungsitoli, berlokasi di Jalan Karet No. 38 Gunungsitoli, pada Rabu, (19/11), dan diikuti oleh lima pasang calon pengantin. Suasana kegiatan berlangsung tertib, dengan peserta mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hingga siang hari. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan rangkaian prosesi pembukaan yang dipandu oleh mahasiswa STAI Nias yang sedang melaksanakan PPL pada KUA Gunungsitoli, bersama penyuluh agama Islam dan Staf KUA Gunungsitoli.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Gunungsitoli, H. Abrar Hia, SHI, menegaskan bahwa pembekalan pra-nikah merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam menekan angka perceraian dan meningkatkan kualitas keluarga. “Kegiatan Bimwin bukan sekadar seremonial, tetapi satu bentuk komitmen negara dalam mempersiapkan generasi keluarga Indonesia yang lebih kuat. Kami ingin para calon pengantin memasuki pernikahan dengan kesiapan lahir dan batin,” ujar Abrar Hia. “Melalui kolaborasi dengan sektor kesehatan, kita berharap para catin memahami aspek agama sekaligus pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting," tambahnya.
Setelah sambutan, peserta mengikuti post-test kompetensi sebagai instrumen pengukuran dasar pemahaman sebelum sesi materi dimulai. Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan materi dari para penyuluh agama KUA Gunungsitoli, dengan narasumber : Ka. KUA Gunungsitoli (H. Abrar Hia) Ust. Irwansyah Gulo dan Kartini Zebua (PAI), Ahmad Amin Zega dan Baharuddin Laia (Staf KUA Gunungsitoli) dengan topik materi mencakup: 1. Fiqih Munakahat, 2. Adab dan Etika Berumah Tangga, 3. Kiat Meraih Keluarga Sakinah, 4. Dinamika dan Manajemen Keuangan Rumah Tangga, 5. Tilawah Al-Qur’an & Simulasi Ijab Qabul.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Beberapa peserta aktif bertanya, terutama terkait pembagian peran suami–istri dan manajemen konflik. Tim dari UPTD Puskesmas Gunungsitoli kemudian mengambil alih sesi berikutnya. Mereka memaparkan materi seputar: kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, deteksi resiko dini, pentingnya gizi pranikah serta strategi pencegahan stunting.
Usai materi, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan standar, meliputi pemeriksaan tekanan darah, deteksi anemia, status gizi, hingga konseling tambahan bagi pasangan yang memerlukan perhatian khusus. Para calon pengantin menyambut positif kegiatan tersebut. Banyak dari mereka merasa pembekalan ini memberikan pemahaman baru yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan.
“Kegiatannya sangat bermanfaat. Kami jadi tahu lebih jelas tentang hak dan kewajiban, cara mengelola keuangan, dan bagaimana menjaga kesehatan sebelum dan setelah menikah,” ujar salah satu peserta.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, KUA Gunungsitoli berharap kegiatan Bimwin tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi menjadi upaya nyata dalam menyiapkan pasangan menghadapi dinamika kehidupan keluarga.
Kegiatan ditutup dengan pesan agar para calon pengantin mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, menjaga komunikasi, serta membangun keluarga dengan landasan agama dan kesehatan yang baik. (MHS/AH)