Khutbah Jumat : Amalan-Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Muharram
19 Jun 2026 | 11 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi momentum bagi setiap muslim untuk memulai lembaran baru dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Keistimewaan bulan ini tidak hanya terletak pada kedudukannya sebagai salah satu dari empat bulan haram, tetapi juga karena banyaknya peluang meraih pahala melalui amalan-amalan yang sederhana namun bernilai besar di sisi Allah. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan." (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan istimewa sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya menjadi sangat berharga. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjadikan bulan ini sebagai momentum memperbaiki diri.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa sunnah, terutama Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Hanya dengan berpuasa satu hari, seorang muslim berpeluang memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kecil yang telah lalu. Bahkan Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram sebagai bentuk pembeda dari tradisi kaum Yahudi.
Selain puasa, amalan ringan yang sering terlupakan adalah memperbanyak dzikir dan istighfar. Di tengah kesibukan sehari-hari, seorang muslim dapat mengisi waktunya dengan mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta memohon ampun kepada Allah SWT. Amalan ini tidak membutuhkan biaya dan tenaga yang besar, namun memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Dzikir akan menenangkan hati, sementara istighfar membuka pintu ampunan dan keberkahan dalam kehidupan.
Amalan berikutnya adalah memperbanyak sedekah dan membantu sesama. Muharram mengajarkan semangat kepedulian sosial dan kasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedekah tidak selalu berupa harta dalam jumlah besar. Memberi makanan, membantu tetangga, menyantuni anak yatim, membantu membersihkan masjid, atau sekadar memberikan senyuman yang tulus juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai pahala. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)
Hadis ini mengingatkan bahwa keberadaan seorang muslim hendaknya membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada orang lain, semakin besar pula peluang memperoleh pahala di sisi Allah SWT.
Amalan lain yang tidak kalah penting adalah menyambung silaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan. Banyak persoalan dalam kehidupan bermula dari renggangnya hubungan antar sesama. Bulan Muharram dapat menjadi momentum untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan dalam keluarga maupun masyarakat. Terkadang sebuah kunjungan, sapaan, atau perhatian kecil mampu mendatangkan pahala yang besar sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah.
Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur'an dan berdoa juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Awal tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk memperbarui komitmen dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bacalah Al-Qur'an walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, karena setiap huruf yang dibaca mengandung pahala dan keberkahan.
Bulan Muharram mengajarkan bahwa jalan menuju ridha Allah tidak selalu melalui amalan yang berat. Banyak amalan ringan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Yang terpenting adalah keikhlasan, konsistensi, dan kesungguhan dalam melaksanakannya. Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi amalan yang sederhana itulah yang menjadi sebab datangnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada kita untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan menjadikan tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin. (MHS/SRM)