Ketua PC. APRI Muara Enim beraksi di Manasik Haji Zona IV
12 Feb 2026 | 58 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Selatan
PW. APRI Sumsel (Muara Enim), –Sosok Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di era modern tidak hanya mampu memberikan layanan adminstrasi nikah pasangan pengantin, tetapi ditunut menguasai kemampuan tambahan (soft skill & hard skill) yang relevan dengan perkembangan zaman.Seperti yang dilakukan H. Khairul Fahmi, S.Ag Penghulu Madya KUA Kecamatan Muara Enim yang sekaligus Ketua Pengurus Cabang APRI Muara Enim masa bakti 2025-2029 saat menyampaikan materi “Kegiatan Jamaah Haji di Embarkasi, Pesawat, dan Bandara Madinah” pada bimbingan manasik calon jamaah haji (CJH) zona IV untuk Kecamatan Muara Enim dan Ujanmas. Kamis, 12/02/2026 yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Muara Enim di masjid Baiturrahman Rumah Tumbuh Kelurahan Muara Enim.
Kegiatan
bimbingan manasik CJH diikuti oleh 121 orang peserta yang akan dilaksanakan
mulai tanggal 12 Februari sampai dengan 15 Februari 2026, berdasarkan
kurikulum standar terbaru pada bimbingan manasik haji peserta akan dibekali
simulasi tata cara ibadah yang meliputi : Ihram, Wukuf di Arafah, Mabit, Lontar
Jumrah, Tawaf Ifadhah, Sa'I dan Tahalul. “Fokus pada penyelenggra ibadah haji Tahun
2026 dengan tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan perempuan” tentu adanya
Materi khusus mengenai kemudahan (rukhsah) ibadah bagi lansia dan penyandang
disabilitas agar tetap sah tanpa memaksakan fisik, adanya bimbingan manasik
haji agar jamaah mampu beribadah secara mandiri dan tidak selalu bergantung
pada petugas, dan yang tak kala pentingnya persiapan mental dan spiritual
menjelang keberangkatan”. Demikian ungkap H. Muhammad Amin, Lc, MM Kelapa kantor Kemenhaj Muara Enim saat membuka
manasik haji zona IV secara resmi.
Sementara itu H. Khairul Fahmi, S.Ag saat memaparkan materinya menyampaikan “Kegiatan Jamaah Haji di Embarkasi, Pesawat, Bandara dan Madinah” merupakan rangkaian perjalanan ibadah haji yang harus di jalani oleh jamaah haji Indonesia”. Tegas Fahmi, Adapun secara detail kegiatan tersebut berdasarkan tahapan sebagai berikut :
- Kegiatan di Embarkasi (Asrama Haji), meliputi pemeriksaan akhir dan pemberian gelang identitas, pembagian paspor, visa, dan uang living cost, jamaah beristirahat dengan fasilitas ramah lansia dan disabilitas, pemantapan manasik haji akhir dan bimbingan tehnis keberangkatan meuju bandara dan doa bersama.
- Kegiatan selama di Pesawat, antara lain mematuhi aturan awak kabin pesawat, memperbanyak zikir dan doa, bertayamum jika air ditoilet pesawat tidak dimungkinkan berwudhu, shalat jamak-qasar (Dzuhur-Ashar dan Magrib-Isya), mendengarkan istruksi awak kabin mengenai posisi miqat, dan mengatur waktu istirahat dan tidur agar kebugaran fisik tetap terjaga.
- Kegiatan di Bandara Madinah, antara lain Fast track bagi jamaah haji yang mendapatkan layanan Makkah route akan langsung menuju bus tanpa melalui pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi secra manual sedangkan bagi jemaah non-fast track, akan dilakukan pemindaian paspor, pengambilan data biometrik, dan pemeriksaan barang bawaan, Jemaah disambut oleh petugas haji Indonesia (Daker Bandara) dan diarahkan menuju bus untuk perjalanan ke hotel di Madinah untuk selanjutnya akan ditenpatkan dihotel-hotel di Kota Madinah.
“Mantapkan niat dan berdoa semoga bapak-ibu jamaah
haji tahun 2026 diberi kesehatan dan kemudahan dalam beribadah, satu hal yang
perlu diingat Petugas haji Indonesia berkomitmen untuk melayani dhuyufurrahman (tamu Allah) dengan sepenuh hati, disiplin, dan satu komando". Ungkap Fahmi memberikan motivasi kepada para jamaah sebagai kalimat penutup.(Md)