Daerah
Kepala KUA Salapian Narasumber Minilokarya Implementasi Elsimil
12 Aug 2026 | 9 | Penulis : Humas Cabang APRI Langkat | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Salapian (Humas), ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) adalah aplikasi resmi dari BKKBN yang berfungsi sebagai alat skrining kesehatan, edukasi, dan pendampingan bagi calon pengantin untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting. Sertifikat dari aplikasi ini kini sering menjadi syarat pendaftaran nikah di KUA walaupun belum diberlakukan secara resmi.
Dikutip dari situs resmi BKKBN, aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil adalah aplikasi yang digunakan untuk menekan angka stunting.
Aplikasi ini ditujukan kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita.
Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store dengan nama Elsimil Calon Pengantin. Isinya antara lain pengisian data calon pengantin dan edukasi.
Materi edukasi terdiri atas kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, kesehatan reproduksi, kontrasepsi, dan cegah kanker.
Manfaat dan Cara Kerja Elsimil
Manfaat Elsimil utamanya adalah untuk menekan angka stunting. Berikut ini sejumlah manfaat dan cara kerja Elsimil yang dikutip dari situs resmi BKKBN dan cegahstunting.id.
1. Alat Skrining Calon Pengantin
Calon pengantin wajib mengisi data di Elsimil untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Isinya antara lain biodata, berat badan, tinggi badan, Hb, lingkar lengan atas, informasi tentang paparan asap rokok.
2. Alat Skrining Calon Anak
Calon pengantin yang berisiko akan terus didampingi Tim Pendamping Kesehatan (TPK) agar mereka bisa hamil dan melahirkan anak yang sehat. Bagi ibu hamil, TPK akan memberi pendampingan minimal 6 kali selama kehamilan.
3. Data untuk Intervensi Petugas
Dari informasi yang diisikan calon pengantin, maka akan terlihat apakah mereka berisiko melahirkan anak stunting atau tidak. Data ini akan digunakan TPK memberi penyuluhan rutin hingga anak mereka lahir dengan sehat.
4. Media Edukasi
Di dalam aplikasi terdapat informasi tentang kesiapan menikah dan hamil, terutama yang berkaitan dengan risiko stunting. Selain itu ada edukasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, dan pencegahan kanker.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir, S. Sos.I, S.Pd.I, MM pada acara minilokarya yang dilaksanakan BKKBN Kecamatan Salapian di aula rapat PLKB, Selasa 11 Agustus 2026, menyatakan dalam paparannya sebagai narasumber menyatakan menyambut baik ide bahwa setiap calon pengantin mengisi aplikasi Elsimil serta sertifikatnya dilampirkan dalam berkas kehendak nikah ketika hendak mendaftar di KUA kecamatan setelah sebelumnya pemeriksaan kesehatan di Puskesmas karena data isiannya termasuk data yang didapat dari pemeriksaan kesehatan tersebut.
Lebih lanjut Kurnia yang juga wakil sekretaris APRI Provinsi Sumatera Utara ini menyarankan jika sertifikat Elsimil ini ingin dijadikan sebagai salah satu syarat pemberkasan kehendak pencatatan pernikahan di KUA maka harus ada regulasi yang mendukungnya seperti adanya nota kesepahaman atau MoU ( momerendum of understanding) antar lintas sektoral terkait dengan hal yang dimaksud, yang membutuhkan sosialisasi yang lebih masif ditengah masyarakat.
Namun sebagai langkah awal dapat berupa himbauan dengan bantuan Tim Pendamping Kesehatan yang terdiri dari kader KB, PKK dan bidan desa untuk pendampingan dan edukasi bagi para catin ketika akan mendaftar nikah di KUA Kecamatan maka wajib mengisi Aplikasi Elsimil dan mencetak sertifikatnya untuk dimasukkan dalam berkas pengajuan pendaftaran pernikahan dan KUA kecamatan tidak berhak menolak berkas kehendak pencatatan pernikahan jika tidak melampirkan sertifikat Elsimil tersebut ungkapnya.
Sementara itu masih dalam penjelasan KUA Salapian bahwa pencatatan pernikahan sudah diatur dalam PMA Nomor 30 Tahun 2024 tentang prosedur sebelum, saat dan setelah pencatatan pernikahan, selain itu ada Aplikasi Simkah (sistem informasi pernikahan) dan ada bimbingan perkawinan dengan menerbitkan sertifikatnya dan binwin ini wajib diikuti bagi para catin yang akan melangsungkan pernikahan.
Sinkronisasi aplikasi Elsimil dan Simkah sebagai wujud tujuan yang sama untuk penguatan ketahanan keluarga dan generasi berkualitas dapat dilaksanakan seiring sejalan tanpa bersinggungan tetapi saling menguatkan.
Minilokarya ini diwarnai dengan tanya jawab dan diskusi.
Hadir pada kegiatan tersebut sebut PLKB Kecamatan Salapian Al' Khoiri, S.Kom, mewakili puskesmas Tanjung Langkat, kader KB, PKK, bidan desa, PLO dan staf KUA Salapian.