KUA Kemuning Gelar Istighosah Dan Tahlil Kebangsaan, Doakan Indonesia Aman Dan Damai
11 Aug 2026 | 8 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Indragihi Hilir (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemuning menggelar istighosah dan tahlil kebangsaan sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Nikah KUA Kecamatan Kemuning, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan diikuti oleh jajaran KUA Kecamatan Kemuning, penyuluh agama, penghulu, staf, serta calon pengantin (catin) yang sedang mengikuti rangkaian pelayanan dan bimbingan pernikahan.
Istighosah dan tahlil kebangsaan dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala KUA Kecamatan Kemuning, Abdul Malik, mengatakan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk mendoakan bangsa agar selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
“Melalui istighosah dan tahlil kebangsaan ini, kita bersama-sama memanjatkan doa untuk bangsa Indonesia. Kita berharap Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, serta dijauhkan dari berbagai hal yang dapat mengganggu kerukunan dan ketenteraman masyarakat,” ujar Abdul Malik.
Menurutnya, momentum menyambut HUT Kemerdekaan RI tidak hanya diisi dengan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan keagamaan dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini patut kita syukuri. Salah satu bentuk rasa syukur itu adalah dengan terus mendoakan bangsa agar semakin aman, maju dan sejahtera. Semoga semangat kemerdekaan juga semakin memperkuat persatuan dan kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.
Usai pelaksanaan istighosah dan tahlil kebangsaan, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan dan penyuluhan bagi calon pengantin. Materi yang diberikan diarahkan untuk membekali calon pengantin agar memiliki kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Abdul Malik menjelaskan, bimbingan bagi calon pengantin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Selain kesiapan administratif, calon pengantin juga perlu memiliki pemahaman mengenai tanggung jawab, komunikasi, serta nilai-nilai agama dalam membangun rumah tangga.