Kemenag Kabupaten Probolinggo Targetkan 20.000 Titik pada Gerakan Indonesia Berkiblat 2026
Nasional

Kemenag Kabupaten Probolinggo Targetkan 20.000 Titik pada Gerakan Indonesia Berkiblat 2026

  10 Jul 2026 |   15 |   Penulis : Biro Humas APRI Jawa Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur

Probolinggo – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Gerakan Indonesia Berkiblat, bertempat di ruang Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo jum'at(10/7).

Rapat dipimpin oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, M. Imammudin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I., serta dihadiri Ketua APRI Kabupaten Probolinggo, Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I., Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I., dan H. Ansori, S.Ag., M.Pd. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dan persiapan pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat, sebuah program nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan akurasi arah kiblat masjid, musala, lembaga pendidikan, dan tempat ibadah umat Islam di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, M. Imammudin Nur Fajri menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan momentum penting untuk memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui pengecekan dan kalibrasi arah kiblat berdasarkan fenomena Rashdul Kiblat, yaitu saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah.

"Kegiatan ini bukan hanya memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ilmu falak dalam kehidupan beragama. Karena itu, dibutuhkan sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama,  penghulu, penyuluh agama, serta seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Gerakan Indonesia Berkiblat akan dilaksanakan secara serentak pada 15 dan 16 Juli 2026 tepat pukul 16.27 WIB, bertepatan dengan fenomena Rashdul Kiblat yang memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat secara sederhana namun memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo diharapkan turut menyukseskan program nasional ini dengan mengajak sedikitnya 10 orang masyarakat untuk mendaftarkan lokasi pengecekan arah kiblat melalui laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat.

Sementara itu, Ketua APRI Kabupaten Probolinggo, Muh. Amin, menyatakan kesiapan seluruh penghulu untuk mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan pengukuran arah kiblat di lapangan. Menurutnya, para penghulu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat.

Pada kesempatan yang sama, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I., bersama H. Ansori, S.Ag., M.Pd., membahas kesiapan teknis pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat, mulai dari koordinasi dengan seluruh KUA Kecamatan, kesiapan peralatan, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Probolinggo, Muh. Hefniyul Mubarok, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh Penyuluh Agama Islam di setiap kecamatan untuk turut menyukseskan program tersebut. Para penyuluh akan berperan aktif mengedukasi masyarakat sekaligus mendampingi pelaksanaan pengecekan arah kiblat di wilayah binaannya.

Melalui sinergi seluruh ASN Kementerian Agama, penghulu, penyuluh agama, APRI, dan dukungan masyarakat, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menargetkan pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat di 20.000 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Target tersebut diharapkan dapat tercapai sehingga program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis