Ka. KUA Silahisabungan Sampaikan Pesan 5 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Daerah

Ka. KUA Silahisabungan Sampaikan Pesan 5 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

  06 Feb 2026 |   6 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Silahisabungan, (Humas). Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Silahisabungan, Saukum Piliang, SH menyampaikan pesan penting kepada masyarakat terkait lima persiapan utama yang perlu dilakukan agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan optimal dan penuh keberkahan, melalui khutbah jum'at yang dilaksanakan di Musholla An-Nur, Silahisabungan, Jum'at, (06/02).

Dalam penyampaiannya, Kepala KUA Silahisabungan menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum istimewa untuk melakukan pembenahan diri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun sosial.

Adapun lima persiapan penting yang disampaikan adalah sebagai berikut. Pertama, Isti’dad Al-Jismiyah (Persiapan Jasmani). Ibadah Ramadan, terutama puasa, menuntut kondisi fisik yang prima. Tanpa tubuh yang sehat, kita akan kesulitan melaksanakan salat Tarawih yang panjang atau bangun di sepertiga malam untuk sahur dan tahajud. Rasulullah SAW bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah..." (HR. Muslim).

Kedua, Isti’dad Al-Ilmiah (Persiapan Ilmu). Beribadah tanpa ilmu adalah kesia-siaan. Kita perlu menyegarkan kembali pemahaman tentang fiqih puasa: apa yang membatalkan, siapa yang diberi rukhshah (keringanan), hingga adab-adab berpuasa.

Ketiga, Isti’dad Al-Maliyah (Persiapan Harta). Persiapan harta bukan untuk belanja baju baru atau makanan mewah saat lebaran, melainkan untuk memperbanyak sedekah dan memfasilitasi ibadah. Ramadan adalah bulan kedermawanan.

Keempat, Isti’dad Al-Amaliyah (Persiapan Amal). Jangan menunggu Ramadan tiba untuk mulai rajin beribadah. Gunakan bulan Sya'ban sebagai ajang "pemanasan" amal. Jika kita tidak terbiasa membaca Al-Qur'an atau salat malam sebelum Ramadan, akan terasa berat untuk melakukannya secara konsisten selama 30 hari penuh.

Dan Kelima, Isti’dad Ar-Ruhaniyah (Persiapan Rohani). Inilah inti dari segala persiapan. Membersihkan hati dari penyakit-penyakit seperti hasad, iri, dan dendam sangatlah penting agar cahaya Ramadan dapat masuk ke dalam jiwa. Persiapan rohani dilakukan dengan taubat nasuha.

Di akhir penyampaiannya, Kepala KUA Kecamatan Silahisabungan berharap agar seluruh masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan, kesiapan, dan semangat ibadah, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. (SOH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis