Daerah

Ka. KUA Gunungsitoli Ikuti Kegiatan Revitalisasi Organisasi dan Tata Kerja BKM se-Kota Gunungsitoli
17 Dec 2025 | 48 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Gunungsitoli, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (Ka. KUA) Kecamatan Gunungsitoli mengikuti kegiatan Revitalisasi Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) se-Kota Gunungsitoli yang dilaksanakan di Aula MTs Negeri Gunungsitoli pada Rabu, (17/12).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BKM Tingkat Kota Gunungsitoli dan diikuti oleh seluruh Ketua BKM Masjid se-Kota Gunungsitoli serta perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kota Gunungsitoli. Acara bertujuan untuk memperkuat peran BKM dalam pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemakmuran umat.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua BKM eks officio yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, H. Arnan Lubis. Dalam sambutan sekaligus materinya, H. Arnan Lubis menekankan pentingnya revitalisasi organisasi BKM agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan umat yang semakin kompleks.
“BKM harus dikelola dengan tata kerja yang jelas, struktur organisasi yang solid, serta program kerja yang terarah. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, dan sosial keagamaan,” ujar H. Arnan Lubis dalam paparannya tentang Revitalisasi Organisasi BKM.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli, H. Abrar Hia, yang mengangkat topik Manajemen Pengelolaan Masjid. Dalam penyampaiannya, H. Abrar Hia menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan masjid yang baik, mulai dari perencanaan program, pengelolaan keuangan, pemeliharaan sarana prasarana, hingga pemberdayaan jamaah.
“Pengelolaan masjid yang efektif membutuhkan manajemen yang tertib, keterbukaan, serta kerja sama yang harmonis antar pengurus dan jamaah. Dengan manajemen yang baik, masjid dapat menjadi pusat kegiatan yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog dan diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi BKM di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya, partisipasi jamaah, hingga pengelolaan administrasi masjid. Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan penuh keterbukaan, dengan fokus pada pencarian solusi yang konstruktif.
Melalui kegiatan ini, para peserta berharap revitalisasi BKM tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing masjid. Selain itu, para Ketua BKM juga mengharapkan agar kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas seperti ini dapat terus berkelanjutan demi terwujudnya masjid yang makmur dan berdaya guna bagi umat. (AH)