Daerah

Ka. KUA Gunungsitoli ikuti Dialog Penguatan Siaran Keagaaman Kemenag Gunungsitoli Tahun 2025
18 Dec 2025 | 35 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Gunungsitoli, (Humas). Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Gunungsitoli menggelar kegiatan Dialog Penguatan Siaran Keagamaan Islam pada Selasa, (16/12). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MIN 2 Gunungsitoli yang diikuti oleh para Kepala KUA se-Kota Gunungsitoli, salah satunya Ka. KUA Gunungsitoli (Abrar Hia) serta para Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Gunungsitoli.
Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Seksi Bimas Islam Kankemenag Kota Gunungsitoli sebagai upaya memperkuat peran penyuluh agama Islam dalam menyampaikan dakwah Islam yang moderat, menyejukkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Tim , yakni Kepala Seksi Bimas Islam, H. Jul Karman Tanjung. Ia menyampaikan bahwa dialog ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan kapasitas penyuluh agama Islam, khususnya dalam memaksimalkan siaran dakwah melalui berbagai media, seperti media sosial dan Radio Republik Indonesia (RRI).
Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kota Gunungsitoli, H. Arnan, hadir sekaligus memberikan materi dan bimbingan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga substansi materi dakwah agar tetap berorientasi pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menebarkan ketenangan, serta memotivasi umat untuk terus berbuat kebaikan.
“Pemanfaatan media digital dan siaran radio harus diiringi dengan tanggung jawab moral. Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu menyampaikan pesan dakwah yang menyejukkan, tidak provokatif, dan memperkuat persatuan umat,” tegasnya.
Dialog ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu Ketua Pokjaluh Kota Gunungsitoli, Hj. Karimah Yanti, serta Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa. Keduanya memberikan pandangan dan pengalaman terkait strategi dakwah yang efektif di tengah masyarakat, khususnya melalui media siaran dan platform digital.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan evaluasi terhadap peran Penyuluh Agama Islam dalam mengoptimalkan siaran dakwah, baik melalui media sosial maupun RRI, dengan tetap menjaga kualitas materi dakwah yang edukatif, menyejukkan, dan penuh motivasi kebaikan.
Melalui dialog ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di Kota Gunungsitoli semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan media, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang konstruktif bagi kehidupan bermasyarakat. (AH)