Daerah


Gerbang Mabrur Dibuka: 67 Jamaah Batanghari-Metro Kibang Ditempa dalam Manasik Khidmat dan Berkelas
12 Apr 2025 | 68 | Penulis : PC APRI Lampung Timur | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
LAMPUNG TIMUR [Humas] Dalam nuansa yang khidmat dan diselimuti semangat tinggi, Masjid Jami' Al-Muchlisin di Desa Banarjoyo, Kecamatan Batanghari menjadi saksi dibukanya kegiatan Manasik Haji gabungan untuk Kecamatan Batanghari dan Metro Kibang pada Jumat, 11 April 2025. Sebanyak 67 calon jamaah haji memadati masjid dengan penuh antusiasme, siap menyelami bekal spiritual dan teknis menjelang keberangkatan ke Tanah Suci tahun 1446 H.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Batanghari, Hj. Mira Hayati, S.STP. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa manasik haji bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah—khususnya Kementerian Agama—dalam membimbing masyarakat agar mampu menjalani ibadah haji dengan sempurna dan sesuai tuntunan syariat.
“Manasik adalah bekal utama. Tanpa pemahaman yang cukup dan kesehatan yang prima, sulit untuk menunaikan rukun Islam kelima ini secara maksimal,” tegasnya.
Kehadiran para peserta yang penuh semangat menjadi cermin kesiapan lahir batin. Dalam sesi manasik ini, mereka akan dibekali materi mendalam seputar rukun, wajib, dan sunnah haji, serta simulasi teknis selama di Arab Saudi. Tidak hanya itu, dimensi spiritual ibadah haji juga turut digali untuk memperkuat makna perjalanan ini sebagai transformasi jiwa.
Kepala KUA Batanghari, H. Subhan, S.Ag., M.Sy., yang juga menjabat sebagai ketua panitia, dalam laporannya berharap kegiatan ini dapat membentuk jamaah yang bukan hanya paham secara teori, tetapi juga siap secara emosional dan sosial. Manasik ini, katanya, juga menjadi ajang memperkuat ukhuwah di antara jamaah lintas kecamatan.
Dukungan penuh dari unsur Forkopimcam, UPTD, narasumber, hingga panitia pelaksana terlihat nyata dalam acara ini. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Kepala KUA Metro Kibang, Drs. H. Em Sapri Ende, M.Sy., yang menambah suasana semakin syahdu dan menggetarkan jiwa.
Dengan manasik ini, para jamaah diharapkan tak hanya siap menapaki padang Arafah, tapi juga siap pulang dengan predikat tertinggi: haji yang mabrur.
Penulis:[H. Kas]