Dakwah yang Menyalakan Harapan
Inspirasi

Dakwah yang Menyalakan Harapan

  27 Apr 2026 |   64 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Binjai |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Binjai (Humas) Pagi itu, Senin (27/4/2026), suasana di UPT Pelayanan Sosial Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) Kota Binjai terasa berbeda. Di sebuah ruangan sederhana di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 4, Desa Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, sekelompok warga binaan duduk rapi. Wajah-wajah yang sebelumnya tampak lelah perlahan berubah lebih tenang saat lantunan salam membuka kegiatan penyuluhan keagamaan.

Empat Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Binjai Barat Abdul Rasyid Rosandi Lubis, S.Pd.I, Zaini Afni, S.HI, Tika Dewi, M.Ag, dan Saidi Gunjak Ali, S.Pd.I hadir bukan sekadar menyampaikan materi. Mereka datang membawa pesan harapan, menguatkan hati yang sempat rapuh, dan menyalakan kembali semangat hidup para warga binaan.

Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, para penyuluh mengajak peserta merenungi makna kehidupan. Mereka berbicara tentang keimanan yang tidak pernah mengenal kata terlambat, tentang kesabaran yang selalu menemukan jalannya, serta tentang ikhtiar yang menjadi kunci perubahan.

“Setiap orang punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” ujar salah satu penyuluh, disambut anggukan pelan dari peserta yang menyimak dengan saksama.

Tak ada sekat dalam sesi itu. Tawa kecil sesekali terdengar ketika penyuluh menyelipkan kisah inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada sesi tanya jawab, beberapa warga binaan memberanikan diri berbagi pengalaman hidup tentang jatuh bangun, tentang kehilangan arah, hingga harapan untuk memulai kembali.

Di penghujung kegiatan, doa bersama dipanjatkan. Suasana hening, khidmat, dan penuh harap menyelimuti ruangan. Ada yang menunduk dalam, ada pula yang menitikkan air mata seolah menemukan kembali kekuatan yang lama terpendam.

Pihak UPT menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi sosial. Bukan hanya mengubah perilaku, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri dan harga diri warga binaan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah tidak selalu berlangsung di mimbar-mimbar besar. Ia juga hadir di ruang-ruang sederhana, menyapa mereka yang sering terpinggirkan. Di tempat seperti inilah, nilai-nilai agama menemukan maknanya yang paling nyata menguatkan, memanusiakan, dan memberi arah.

Di balik dinding UPT itu, harapan sedang disemai. Dan melalui sentuhan para penyuluh, harapan itu perlahan tumbuh menuju kehidupan yang lebih baik.

Bagikan Artikel Ini

Infografis