Daerah
Cegah Konflik Rumah Tangga, KUA Lahewa Matangkan Bimwin Bagi Catin
20 Apr 2026 | 12 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Lahewa (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, melaksanakan kegiatan Bimbingan Pernikahan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) pada Senin (20/04). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Lahewa ini diikuti dua pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Program ini merupakan agenda rutin KUA sebagai upaya membekali catin dengan pengetahuan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kepala KUA Kecamatan Lahewa, Bakrin Sidiq,S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, melainkan ibadah jangka panjang yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. "Dalam membentuk rumah tangga ada tanggung jawab yang wajib dipenuhi, baik oleh suami maupun istri. Tanggung jawab ini mencakup nafkah lahir batin, pendidikan anak, hingga menjaga keharmonisan dan komunikasi," ujar Bakrin di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Bakrin Sidiq menjelaskan bahwa banyak persoalan rumah tangga muncul karena kurangnya pemahaman hak dan kewajiban suami istri. Karena itu, Bimwin Catin menjadi penting untuk menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Materi yang diberikan meliputi fiqih munakahat, manajemen konflik keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pengelolaan keuangan keluarga.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya penyuluh agama Islam KUA Lahewa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Lahewa, dan Penghulu, Para calon pengantin tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait persiapan mental menghadapi dinamika rumah tangga dan pentingnya pencatatan nikah secara resmi di negara untuk melindungi hak-hak suami, istri, dan anak.
Salah satu peserta, Putra, mengaku bersyukur dengan adanya bimbingan ini. "Tadi kami jadi tahu bahwa menikah itu tidak hanya soal cinta, tapi juga soal komitmen, sabar, dan ilmu. Penjelasan Pak Kepala KUA tentang tanggung jawab membuat kami lebih siap," katanya. Hal senada disampaikan peserta lain yang berharap kegiatan serupa rutin dilakukan dengan durasi lebih panjang.
Menutup kegiatan, Kepala KUA Lahewa berpesan agar seluruh calon pengantin menjadikan agama sebagai fondasi utama dalam berumah tangga. Ia juga mengingatkan agar setiap pasangan membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai. Bimwin Catin ditutup dengan doa bersama dan penyerahan sertifikat keikutsertaan kepada seluruh peserta sebagai syarat administrasi pencatatan nikah.
KUA Kecamatan Lahewa berkomitmen terus menguatkan ketahanan keluarga melalui edukasi pra-nikah. Ke depan, program ini akan disinergikan dengan pemerintah desa dan lembaga terkait agar menjangkau lebih banyak calon pengantin di wilayah Kecamatan Lahewa. (MHS/ATT)