Bupati Probolinggo Dorong Penghulu Merevitalisasi BKM
Daerah

Bupati Probolinggo Dorong Penghulu Merevitalisasi BKM

  29 Sep 2025 |   84 |   Penulis : Biro Humas APRI Jawa Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur

Probolinggo – Penghulu se- Kabuoaten Probolinggo yang tergabung dalam Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) menggelar Workshop Revitalisasi BKM dengan tema “Mendesain Masjid Berdaya dan Berdampak untuk Ummat”, Bertempat di Auditorium PLHUT Kraksaan, Senin (29/09/2025).

Hadir dalam acara ini Bupati Kabupaten Probolinggo, Ketua DPRD, ATR/BPN, Dewan Masjid Indonesia (DMI), PCNU Kota Kraksaan, Ketua BKM se-Kabupaten Probolinggo, Takmir Masjid, BAZNAS, MUI, Kasubbag TU, para Kasi, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf.
Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, khususnya kepada Bupati. “Masjid merupakan salah satu mitra strategis Kementerian Agama bersama ormas keagamaan. Maka mari kita jaga masjid agar semakin bagus dan nyaman, terutama dalam hal ri’ayah atau pemeliharaan. Kemenag memiliki BKM yang terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, di dalamnya terdapat majelis taklim, TPQ, hingga Madrasah Diniyah. Semoga keberadaan BKM di setiap kecamatan mampu memberi dampak nyata dan memberdayakan umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Probolinggo, dr. Haris Damanhuri Romli (Gus Haris), dalam arahannya menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai jantung peradaban umat. “Masjid tidak hanya pusat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, ramah anak, sekaligus pusat pemberdayaan sosial. Masjid berdaya berarti memiliki kemandirian, terutama dalam membangun SDM yang mampu mensejahterakan pemakmur masjid. Masjid berdampak berarti menghadirkan ketenangan, menghidupkan kegiatan keagamaan, dan program-program yang membawa manfaat,” tegasnya

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada 12 nadzir serta sertifikat tanah untuk KUA Tongas dan KUA Dringu yang diserahkan langsung oleh ATR/BPN. Selain itu, dilakukan pula pelepasan peserta Lomba Qiroatul Kutub Tingkat Nasional oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh KH. Mundzir (LTMNU Pasuruan) yang memaparkan pentingnya masjid berdaya dan berdampak sebagai masjid percontohan di Indonesia. Ia menekankan bahwa kendala umat, terutama di bidang ekonomi dan pemberdayaan usaha, harus dijawab dengan menjadikan masjid sebagai pusat solusi. Penyampaian beliau disambut antusias oleh seluruh peserta workshop.
Materi kedua oleh K. Barzan Ahmadi Ketua PD. DMI Kabupaten Probolinggo sekaligus Kasi PHU Kemenag kabupaten Probolinggo menekankan semangat imarah (memakmurkan) dan riayah (merawat/mengelola) menuju masjid yang berdaya dan berdampak, Jadi, semangat Imarah dan Riayah adalah: Imarah: menghidupkan masjid dengan program yang berdaya dan berdampak. Riayah: menjaga masjid dengan tata kelola profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.
Sementara Kasi Bimas Islam, H. Imamuddin Nur Fajri, menegaskan bahwa melalui program ini Kemenag berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan umat. “Masjid harus berdaya, artinya memiliki kapasitas untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Lebih jauh, masjid juga harus berdampak, yakni menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan lahir masjid-masjid percontohan di Kabupaten Probolinggo yang benar-benar berdaya dan berdampak, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat peradaban umat. hf

Bagikan Artikel Ini

Infografis