Daerah
Buka Muswil ke-II Bupati Aceh Tengah Ajak Penghulu Siapkan Calon Pengantin
22 Aug 2025 | 112 | Penulis : Biro Humas APRI Aceh | Publisher : Biro Humas APRI Aceh
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-II Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh di Hotel Linge Land, Takengon. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para penghulu dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan pernikahan dan pembinaan perkawinan.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa tugas penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya sebatas melangsungkan akad nikah. Menurutnya, penghulu memiliki peran strategis dalam membina calon pengantin agar benar-benar siap memasuki kehidupan rumah tangga, baik secara emosional, sosial, maupun spiritual.
Ia mengajak para penghulu untuk mulai memfokuskan bimbingan perkawinan pada aspek-aspek praktis kehidupan rumah tangga. “Dalam khutbah nikah misalnya, jangan hanya menyampaikan pesan normatif seperti sakinah, mawaddah, warahmah, tetapi juga harus menyentuh realita. Ajarkan bagaimana pasangan suami-istri bisa saling memahami, bekerja sama dalam rumah tangga, termasuk dalam hal pemenuhan gizi keluarga dan menjaga anak dari stunting,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Haili Yoga juga menyampaikan pesan khusus kepada para Reje (sebutan kepala desa di Aceh Tengah) dan para Imem (imam kampung) agar turut ambil peran dalam mempersiapkan generasi muda sebelum menikah. Ia menghimbau agar setiap pemuda dan pemudi yang berniat menikah harus mendapatkan bimbingan intensif minimal tiga bulan sebelum pernikahan.
“Calon pengantin harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Jangan asal menikah. Harus bisa mengaji, bacaannya bagus, minimal Al-Fatihahnya baik dan sesuai dengan tajwid. Mereka juga harus memahami hukum-hukum dasar dalam agama, terutama yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga,” ujar beliau.
Arahan ini menjadi pengingat sekaligus ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat agar memandang pernikahan bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai pondasi membangun keluarga dan generasi yang kuat. Bupati berharap para penghulu, tokoh agama, dan perangkat desa bisa bersinergi dalam menciptakan sistem pembinaan pranikah yang terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.
Kegiatan Muswil ini diikuti oleh 81 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh dan dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh Dr. H. Mukhlis, MA, yang menyampaikan sambutan mewakili Kakanwil Kemenag Aceh. Dalam kesempatan itu, berbagai isu penting dibahas, mulai dari pembinaan keluarga, angka perceraian, hingga pengembangan wakaf produktif dan profesionalisme penghulu.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan organisasi profesi penghulu, Bupati berharap kegiatan ini mampu melahirkan kebijakan dan langkah nyata dalam memperkuat institusi pernikahan serta memperbaiki kualitas kehidupan berkeluarga di Aceh Tengah dan Aceh secara umum. [Mahbub Fauzie}