Bangun ASN Berkarakter dan Berorientasi Pelayanan, Calon Penghulu Gresik-Surabaya Hadiri Kegiatan Penguatan Kapasitas Penghulu Berintegritas di Kemenag Gresik
18 Oct 2025 | 67 | Penulis : Humas Cabang APRI Jawa Timur | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
Gresik — Suasana Aula Kementerian Agama Kabupaten Gresik terasa penuh semangat pada Jumat (17/10). Puluhan calon penghulu dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kementerian Agama Kota Surabaya berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Penghulu Berintegritas”. Sebanyak 41 Calon Penghulu (CPNS) mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembentukan aparatur sipil negara yang profesional, tangguh, dan berkarakter.
Acara ini dihadiri oleh Kabid Urais Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Munir, M.Ag., bersama tim Kanwil. Turut hadir pula Plt. Kepala Kankemenag Gresik Muh. Ali Faiq, Kasi Bimas Islam Abdul Ghofar, serta perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik, Baharuddin Kasim, sebagai narasumber pendamping.
Integritas, Fondasi Seorang Penghulu
Dalam sesi pembuka, Dr. Munir menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya integritas sebagai pondasi utama bagi seorang penghulu.
“Integritas berarti menyatukan ucapan, hati, dan tindakan dalam satu keselarasan. Seorang penghulu harus menjadi teladan — bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam sikap dan pelayanan,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Beliau mengajak seluruh peserta untuk melangkah lebih jauh dari sekadar aparatur administratif. Penghulu, katanya, harus menjadi trendsetter dan role model dalam masyarakat — sosok yang mampu menghadirkan keteladanan, kedisiplinan, serta semangat pelayanan yang tulus.
“ASN harus memiliki etos dan ghirah kerja, disiplin terhadap waktu, dan selalu berorientasi pada pelayanan terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Munir juga memperkenalkan nilai “Kokodifo” — akronim dari komitmen, konsisten, disiplin, dan fokus. Nilai ini diharapkan menjadi panduan moral dan profesional bagi para ASN di lingkungan Kemenag. Ia juga menekankan pentingnya peran penghulu sebagai “peace maker”, pembawa kedamaian dalam setiap tugas dan interaksi sosial di tengah masyarakat.
Data yang Selaras, Pelayanan yang Lancar
Sesi berikutnya diisi oleh Baharuddin Kasim dari Disdukcapil Kabupaten Gresik yang menyoroti aspek administratif dalam pernikahan. Ia mengingatkan para calon penghulu tentang pentingnya sinkronisasi data kependudukan dalam dokumen pernikahan.
“Kesamaan data di KTP, KK, dan Akta Kelahiran menjadi hal yang sangat penting agar tidak timbul permasalahan administrasi di kemudian hari,” jelasnya.
Menurutnya, ketelitian dan kerja sama antara penghulu dan Disdukcapil akan menciptakan proses pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan nyaman bagi masyarakat.
Membentuk Penghulu yang Teladan
Kegiatan peningkatan kapasitas ini tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga momentum pembentukan karakter aparatur. Melalui penguatan nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab, para calon penghulu diharapkan tumbuh menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih, beretika, dan penuh keteladanan.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk membawa nilai-nilai yang dipelajari ke dalam praktik kerja nyata. Para peserta terlihat antusias, mencatat setiap arahan, dan berinteraksi aktif dengan narasumber.
Dengan semangat ini, Kanwil Kemenag Jawa Timur berupaya menghadirkan penghulu-penghulu berintegritas tinggi, yang tidak hanya mengesahkan pernikahan secara administratif, tetapi juga menjadi penjaga harmoni sosial dan penebar nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.