Daerah
Bangga Kencana: KUA Tuhemberua Perkuat Peran Toga Wujudkan Keluarga Berkualitas
12 May 2026 | 12 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tuhemberua (Humas). Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mitra kerja strategis terkait Program Bangga Kencana serta Program Prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, S.Sos mengikuti kegiatan Orientasi Teknis Program Bangga Kencana bagi Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Toma) Tahun 2026 Angkatan V yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara melalui Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Lini Lapangan, Selasa pagi (12/05) secara daring.
Kegiatan orientasi ini diikuti oleh 1 orang staf/pejabat OPD KB Kabupaten/Kota dan 6 orang pengurus maupun anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di setiap wilayah. Pada Angkatan V, jumlah peserta mencapai 42 orang yang berasal dari Kabupaten Dairi, Pakpak Barat, Karo, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Nias Utara. Kegiatan berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang kependudukan, pembangunan keluarga, serta penguatan peran tokoh agama di tengah masyarakat.
Orientasi dibuka dan dipandu oleh moderator Agung RM Alam yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menyukseskan Program Bangga Kencana di daerah. Menurutnya, keberhasilan program pembangunan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh yang memiliki pengaruh besar di lingkungan sosial dan keagamaan.
Materi pertama disampaikan oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Syamsu Rizal Lubis, S.H., S.Sos., M.H., mengenai Kebijakan Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia juga menyoroti pentingnya percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda agar memiliki kesiapan kehidupan berkeluarga yang matang.
“Tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai penyambung pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan dan sosial, edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pengasuhan anak dapat diterima lebih baik oleh masyarakat,” ujar Syamsu Rizal Lubis dalam penyampaian materinya.
Selanjutnya, materi Advokasi Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga disampaikan oleh Chairul Fahmy Simatupang, S.Psi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan advokasi sangat ditentukan oleh kemampuan para tokoh dalam membangun komunikasi yang persuasif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyampaikan edukasi positif tentang pembangunan keluarga di lingkungan masing-masing.
“Program Bangga Kencana bukan hanya berbicara soal pengendalian penduduk, tetapi juga tentang bagaimana membangun keluarga yang harmonis, sehat, mandiri, dan berkualitas. Karena itu, peran tokoh agama sangat penting untuk memberikan pemahaman yang menenangkan, membimbing, dan menginspirasi masyarakat,” ungkap Chairul Fahmy Simatupang.
Pada sesi terakhir, Prof. Messiono selaku Pengurus FKUB Provinsi Sumatera Utara menyampaikan materi mengenai peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam mendukung Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga. Ia menegaskan bahwa tokoh agama memiliki kekuatan moral dan sosial yang besar dalam membentuk pola pikir masyarakat. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama harus terus diperkuat agar program-program pembangunan keluarga dapat berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.
Sementara itu, Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, S.Sos menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan orientasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan memperkuat peran tokoh agama dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas di tengah masyarakat. Ia berharap materi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (MHS/BNP)