APRI Banten Gelar Pembinaan dan Silaturahmi Bersama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten: Dorongan Wujudkan "Kemenag Berdampak"
10 Jul 2025 | 342 | Penulis : Biro Humas APRI Banten | Publisher : Biro Humas APRI Banten
Serang – Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan silaturahmi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., turut hadir kepala bidang urais H. Humaedi Hakim, beserta para ketua tim di lingkungan kanwil kemenag banten, dalam suasana hangat dan penuh semangat pembaruan, Rabu, 10 Juli 2025. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara para penghulu di lingkungan Kementerian Agama dan pimpinan wilayah, serta sebagai wadah konsolidasi arah kerja penghulu se-Banten.
Acara yang berlangsung secara singkat namun padat makna tersebut terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama diisi oleh Ketua PW APRI Banten, Parhan Rosyadi, yang menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten. Dalam sambutannya, Parhan juga memperkenalkan seluruh jajaran anggota APRI yang hadir, mulai dari perwakilan penghulu KUA kabupaten/kota hingga pengurus inti wilayah.
"Kami merasa terhormat atas kehadiran Bapak Kepala Kanwil di tengah-tengah kami. Ini menjadi momentum penting bagi para penghulu untuk mendengarkan arahan langsung dari pucuk pimpinan Kemenag Banten," ungkap Parhan dalam sambutannya.
Memasuki sesi kedua, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si. Dalam arahan yang penuh inspirasi, beliau menekankan pentingnya peran penghulu tidak hanya dalam tugas administratif seperti pelaksanaan akad nikah, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang sejalan dengan visi Kementerian Agama.
"Kementerian Agama saat ini mengusung semangat baru melalui slogan 'Kemenag Berdampak'. Artinya, kehadiran Kemenag – termasuk para penghulu di dalamnya – harus dirasakan manfaat dan keberadaannya oleh masyarakat luas," tegas Amrullah.
Ia juga mengingatkan bahwa Menteri Agama RI saat ini mendorong implementasi Asta Protas Kementerian Agama, yakni delapan program prioritas yang menjadi arah transformasi kelembagaan, pelayanan, dan penguatan moderasi beragama. Dalam konteks ini, penghulu tidak cukup hanya menjalankan fungsi normatif sebagai pencatat dan pelaksana pernikahan, tetapi juga harus bertransformasi menjadi penyuluh kehidupan berkeluarga yang harmonis, pendamping ketahanan keluarga, dan pelopor gerakan pencegahan stunting.
"Efisiensi itu penting, tapi transformasi jauh lebih penting. Itu yang diinginkan Menteri Agama. Maka APRI, sebagai organisasi profesi penghulu, harus bisa menjadi motor penggerak perubahan," tambahnya dengan semangat.
Kepala Kanwil juga memberikan sejumlah masukan dan motivasi kepada para penghulu untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas peran sosialnya, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam bertugas. Menurutnya, ke depan tantangan penghulu tidak semakin ringan, terutama dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu penghulu senior, sebagai wujud harapan agar kegiatan ini membawa keberkahan dan semangat baru bagi seluruh jajaran penghulu di Provinsi Banten.
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi simbol kuat dari komitmen APRI Banten untuk terus bersinergi dan menjadikan penghulu sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Kemenag yang benar-benar berdampak di tengah masyarakat. (zita)