61 Penghulu se-Lampung Ikuti Uji Kompetensi: Adu Etika, Wawasan, dan Profesionalisme
Daerah

61 Penghulu se-Lampung Ikuti Uji Kompetensi: Adu Etika, Wawasan, dan Profesionalisme

  23 Jun 2025 |   154 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Bandar Lampung, 23 Juni 2025 — Sebanyak 61 penghulu dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung mengikuti Uji Kompetensi (Ukom) Jabatan Fungsional Penghulu yang resmi dimulai hari ini di Aula Pepadun Kanwil Kemenag Lampung. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 25 Juni 2025 ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan para penghulu memiliki integritas, etika, dan kapasitas profesional yang mumpuni dalam melayani masyarakat.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung, Erwinto, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian karier harus dilandasi proses yang benar dan bermartabat.

> “Menjadi penghulu madya bukan semata soal naik jabatan, tapi tentang kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen pelayanan. Uji kompetensi ini adalah ruang pembuktian kemampuan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya validitas dokumen dalam proses usulan kenaikan pangkat. Setiap peserta diminta menandatangani surat pernyataan pertanggungjawaban atas data yang diajukan. Dokumen ini menjadi dasar penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) oleh Kanwil.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), Yulizar Adri, menyebutkan bahwa dari 61 peserta, lima di antaranya mengikuti Ukom untuk naik dari jenjang Ahli Pertama ke Ahli Muda, sementara 56 orang lainnya dari Ahli Muda ke Ahli Madya.

> “Peserta akan menjalani beberapa tahapan, mulai dari Computer Assisted Test (CAT), wawancara, uji pemahaman regulasi pernikahan, wawasan keislaman, serta pemahaman Al-Qur’an dan hukum perkawinan,” jelas Yulizar.

Proses Ukom kali ini menghadirkan tim penguji dari Kementerian Agama RI, di antaranya Supomo, Asesor SDM Aparatur Ahli Pertama, bersama dua penguji lainnya dari Direktorat Jenderal Bimas Islam.

Supomo mengingatkan bahwa uji kompetensi adalah bagian penting dari reformasi birokrasi di tubuh Kemenag.

“Penghulu adalah wajah pelayanan Kementerian Agama. Profesionalisme dan integritas adalah harga mati. Ukom ini adalah proses penyaringan yang menentukan kualitas SDM kita,” tandasnya.

Dengan pelaksanaan Ukom ini, Kanwil Kemenag Lampung berharap dapat melahirkan penghulu-penghulu terbaik yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga santun dalam pelayanan serta kuat dalam menjaga moralitas jabatan. (Rizqi/Fadillah)

Penulis: H. Kas
Editor: Szp

Bagikan Artikel Ini

Infografis