Wujudkan Ekoteologi, Kepala KUA Batanghari Nuban Serahkan Bibit Buah untuk Penghijauan Religi
Daerah

Wujudkan Ekoteologi, Kepala KUA Batanghari Nuban Serahkan Bibit Buah untuk Penghijauan Religi

  15 Jan 2026 |   44 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Lampung Timur (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari Nuban menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan. Kepala KUA Batanghari Nuban, M. Fahruddin, S.Ag., CWC, secara simbolis menyerahkan puluhan bibit pohon buah kepada Kepala Desa Sukacari sebagai upaya mewujudkan konsep ekoteologi, Kamis (15/1/2026).

Penyerahan bibit yang berlangsung di halaman KUA Batanghari Nuban tersebut merupakan bagian dari gerakan yang mengintegrasikan ajaran spiritual dengan etika lingkungan. Ekoteologi memandang kepedulian terhadap alam sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah dan tanggung jawab keimanan.

Dalam sambutannya, M. Fahruddin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program penghijauan, melainkan bentuk edukasi keagamaan yang aplikatif. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan amanah agama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Melalui penanaman pohon, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa merawat bumi adalah perintah agama. Bibit buah yang ditanam kelak tidak hanya menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan menjadi sedekah jariyah bagi yang menanamnya,” ujar Fahruddin.

Ia juga menyebutkan bahwa program tersebut selaras dengan sejumlah inisiatif KUA, di antaranya kampanye Satu Calon Pengantin, Satu Pohon serta program kemitraan lingkungan berbasis layanan keagamaan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukacari menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihak desa untuk menindaklanjutinya. Rencananya, bibit pohon buah seperti matoa, jambu Jamaika, jambu diamond, dan alpukat akan ditanam di halaman TPQ Miftahul Huda, Dusun II, Desa Sukacari.

Melalui kegiatan ini, KUA Batanghari Nuban berharap gerakan penghijauan religius dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, sehingga setiap pelayanan publik maupun momentum keagamaan dapat dibarengi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. *MF

Penulis: Kas
Editor:Sol


Bagikan Artikel Ini

Infografis