Tuan Rumah, KUA Merigi Siap bersinergi dalam strategi Penanggulangan Stunting
06 Aug 2025 | 40 | Penulis : Humas Cabang APRI Kepahiang | Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu
Kepahiang, (HUMAS) ---- Kantor Urusan Agama (KUA) Merigi yang dipimpin oleh Ombi Romli, M.Ag menjadi tuan rumah dalam kegiatan evaluasi lintas sektoral evaluasi dan strategi penanggulangan stunting yang digelar oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Rabu (06/08/2025)
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting lintas sektoral, antara lain Camat Merigi Wahid, S.Sos, Koordinator Pencegahan Stunting Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Gogo Kepala Puskesmas Merigi Ibu Yuni Warti, SKM, MKM, beserta tim dari bidang Gizi, Bidan Desa, Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Merigi, Supriadi, S.H.I dan Afriani, M.Ag serta kader posyandu remaja dari desa-desa wilayah Kecamatan Merigi.
Dalam sambutannya, Camat Merigi, Wahid, S.Sos menyampaikan pentingnya sinergi antar lembaga mulai dari Kecamatan ke Desa, KUA ke wilayah binaan Penyuluh Agama Islam, serta Puskesmas melalui peran tenaga gizi dan kesehatan. “Penurunan angka stunting harus menjadi program prioritas bersama. Kita berharap evaluasi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret,” ujar Wahid.
Ombi Romli, M.Ag, Kepala KUA Merigi, menjelaskan bahwa KUA telah aktif terlibat dalam mendukung program penurunan stunting, terutama melalui pendekatan keagamaan dan edukasi dalam bimbingan perkawinan (Binwin). Ia juga memaparkan data hasil pernikahan dini dari tahun 2023 dan 2024, serta mencatat pada tahun 2025 terdapat 1 kasus pernikahan usia 16-17 tahun yang tidak bisa ditunda karena alasan mendesak. “Pernikahan usia dini masih cukup tinggi dan menjadi faktor risiko stunting. Ini menjadi PR besar kita semua,” ujarnya.
Program Gizi Bergizi dari Pemerintah Pusat
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas program Makan Bergizi untuk Siswa SMA yang merupakan program unggulan dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran. KUA Merigi ditunjuk sebagai salah satu lokasi kegiatan lokakarya dalam menyukseskan program ini.
Puskesmas Merigi melalui Ibu Yuni Warti, SKM, MKM menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat dan remaja, terutama melalui Posyandu Remaja dan pembentukan Pos Remaja di setiap desa. “Pola makan remaja menjadi penentu kualitas generasi ke depan. Program makan bergizi untuk SMA ini harus dimaksimalkan,” jelasnya.
Peran Penyuluh Agama dan Kolaborasi Lintas Sektor
Penyuluh Agama Islam KUA Merigi juga diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam edukasi keagamaan dan kesehatan kepada masyarakat, khususnya remaja dan pasangan usia subur di wilayah binaannya. Melalui Khutbah, Pengajian, dan BIMBINGAN masyarakat, Penyuluh Agama Islam akan menyampaikan pentingnya menunda usia pernikahan dan menjaga pola hidup sehat demi generasi yang bebas stunting.
Koordinator Pencegahan Stunting Kabupaten Kepahiang, Gogo mengapresiasi langkah proaktif KUA Merigi, Kecamatan Merigi dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Beliau juga menekankan pentingnya mempertahankan angka stunting yang sudah menurun dan mencegah terjadinya lonjakan kembali, khususnya di desa-desa binaan.
Penutup dan Harapan
Acara ini ditutup dengan rumusan strategi bersama untuk memperkuat edukasi remaja melalui Sekolah, Posyandu Remaja, serta bimbingan keluarga muda oleh KUA dan Penyuluh Agama Islam. Harapannya, ke depan angka pernikahan dini dan stunting dapat terus ditekan, menuju Kecamatan Merigi yang sehat, religius, dan sejahtera.