PSM Kemenag Sulsel Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Penghulu
11 Aug 2026 | 18 | Penulis : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan
PSM Kemenag Sulsel Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Penghulu
Makassar, 11 Agustus 2026 — Penguatan kompetensi, integritas, dan profesionalisme penghulu menjadi fokus dalam kegiatan Penghulu Selasa Mengaji (PSM) yang digelar jajaran kepenghuluan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimoderatori Ketua Tim Kepenghuluan ( H. Andi Moh. Rezky Darma, S.Ag, MA ) tersebut menghadirkan Kasubdit Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah sebagai narasumber. Kehadirannya menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pusat, Kanwil, dan organisasi profesi penghulu dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.
Ketua Tim Kepenghuluan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kasubdit dalam forum PSM. Ia berharap kehadiran tersebut memberikan referensi kekinian terkait perkembangan kepenghuluan sekaligus berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Sarana dan Prasarana ( H. Ambo Tuo, S.Ag, MA ) menekankan pentingnya pengelolaan KUA secara bersama oleh seluruh SDM di bawah kepemimpinan Kepala KUA. Ia juga mengingatkan pentingnya penataan kantor, lingkungan, serta ketersediaan sarana pelayanan, termasuk buku nikah yang harus disesuaikan dengan data pada SIMKAH.
“KUA adalah rumah kita bersama. Karena itu, kantor dan lingkungannya harus ditata dengan baik agar mampu mendukung pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.
APRI Dorong Penghulu Berdampak
Ketua PW APRI Sulawesi Selatan ( H. Abd. Rahman, S.Ag.MA )menegaskan bahwa PSM dan berbagai forum kajian kepenghuluan harus mampu melahirkan strategi pembinaan penghulu yang konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, peran penghulu perlu terus dikembangkan agar tidak hanya terbatas pada layanan pernikahan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih luas dalam layanan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
“Dibutuhkan pengembangan kompetensi dan tolok ukur yang jelas. Personal branding penghulu juga harus dibangun agar keberadaan penghulu benar-benar terlihat dan memberikan dampak di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap APRI dapat terus memperkuat pendampingan kepada para penghulu, termasuk dalam menghadapi Uji Kompetensi Penghulu.
Sulsel Miliki 578 Penghulu
Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel ( Dr. H. Abdul Gaffar, S.Ag., MA ) menyampaikan bahwa saat ini terdapat 578 penghulu eksisting di Sulawesi Selatan, namun jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal.
“Kami terus memikirkan peningkatan kompetensi penghulu melalui berbagai program di Kanwil. Pengurus APRI juga diharapkan aktif melakukan sharing dan pendampingan kepada penghulu, khususnya yang masih membutuhkan penguatan literasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebanyak 38 penghulu Sulsel telah mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan sebelumnya. Pelaksanaan tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Ia berharap peningkatan kompetensi penghulu berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja dan kesejahteraan. Ia juga memastikan bahwa Uji Kompetensi Penghulu tahun 2027 insyaallah tetap akan dilaksanakan.
Kasubdit: Penghulu Wajib Kuasai Tiga Kompetensi
Dalam penguatannya, Kasubdit Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah ( Zudi Rahmanto ) menekankan bahwa penghulu sebagai ASN harus memiliki tiga kompetensi utama, yakni kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
“Penghulu harus menguasai tiga kompetensi, yaitu kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan integritas penghulu melalui upaya penegakan sekaligus pencegahan terhadap berbagai tindakan yang dapat mencederai integritas profesi.
Menurutnya, optimalisasi peran APRI sangat penting dalam mendukung peningkatan kompetensi penghulu. Selain itu, digitalisasi layanan KUA harus terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan.
Terkait pengembangan layanan KUA, ia menyampaikan bahwa layanan keagamaan ke depan diharapkan semakin fleksibel dan mampu menjangkau masyarakat tanpa terlalu dibatasi oleh batas administratif wilayah.
“Digitalisasi layanan penting untuk meningkatkan transparansi,” pungkasnya.
PSM diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas penghulu secara berkelanjutan, sehingga keberadaan penghulu semakin profesional, berintegritas, dan mampu menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan. (arm)
Tags: