Penyuluh KUA Sekampung Bimbing Lansia Majelis Taklim Taqwalloh Berantas Buta Aksara Al-Qur’an
Daerah

Penyuluh KUA Sekampung Bimbing Lansia Majelis Taklim Taqwalloh Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

  01 Aug 2026 |   20 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Sekampung, (Humas KUA) – Semangat mempelajari Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan bimbingan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sekampung, Dewi Mutmainah, kepada para lansia anggota Majelis Taklim Taqwalloh, Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung, Jumat siang (31/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Sekampung dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an, khususnya bagi para lanjut usia yang masih memiliki keterbatasan dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah.

Dengan penuh kesabaran dan suasana kekeluargaan, Dewi Mutmainah memberikan bimbingan secara bertahap. Para peserta diajak mengenal kembali huruf-huruf hijaiyah, membaca dengan benar, serta berlatih secara perlahan sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Meskipun sebagian peserta sudah lanjut usia, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Para peserta tampak antusias mengikuti bimbingan dan berusaha mengikuti setiap bacaan yang diberikan.

Dewi Mutmainah menyampaikan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar Al-Qur’an.

“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Justru semangat para lansia ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” ungkap Dewi.

Menurutnya, proses pembelajaran bagi lansia membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan pendampingan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan pembinaan diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi dapat terus dilaksanakan sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an para peserta semakin meningkat.

Kepala KUA Apresiasi Peran Penyuluh

Kepala KUA Kecamatan Sekampung, Sobri, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam tersebut.

Sobri menilai, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an merupakan bagian penting dari pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi sekaligus pendampingan terhadap berbagai kebutuhan keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ibu Dewi Mutmainah. Membimbing para lansia untuk dapat membaca Al-Qur’an merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga harus hadir memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat,” ujar Sobri.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai majelis taklim dan kelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Sekampung.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Semoga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an dan tidak merasa malu untuk belajar meskipun sudah lanjut usia,” tambahnya.

Kegiatan bimbingan tersebut menjadi salah satu bukti nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semangat para lansia Majelis Taklim Taqwalloh juga menjadi pengingat bahwa belajar Al-Qur’an tidak pernah mengenal kata terlambat.

Dengan adanya pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan Artikel Ini

Infografis