MTQ ke-XVIII Desa Sungai Solok Resmi Ditutup, KUA Kuala Kampar Dukung Syiar Al-Qur’an
27 Jan 2026 | 16 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Pelalawan (Humas) Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XVIII Tingkat Desa Sungai Solok , Kecamatan Kuala Kampar, resmi ditutup pada Senin (26/1/2026). Acara penutupan yang berlangsung di halaman SD Negeri 017, Dusun II, Desa Sungai Solok tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah,. Tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah peserta MTQ.
Kepala Desa Sungai Solok, Zainal Abidin, selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat desa ini. Ia berharap kegiatan MTQ dapat terus menjadi agenda rutin yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat, kuhsusnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kuala Kampar, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kec.Kuala Kampar, unsur Forkopimcam, Pimpinan BRK, Pimpinan Sosgiro, Perangkat Desa dan Kelurahan, offisial, serta kafilah dari desa Solok.
Perwakilan KUA Kecamatan Kuala Kampar dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spritual umat Islam, Melalui MTQ, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam dalam masyarakat.
Rangkaian kegiatan penutupan MTQ diawali dengan persembahan tarian, pembacaan doa, laporan panitia pelaksana, pengumuman para pemenang lomba, serta sambutan dari Kades, dari Perwakilan KUA dan ditutup oleh Camat Kuala Kampar.
Camat Kuala Kampar dalam sambutannya penutupnya mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, KUA, dan seluruh elemen masyarakat dalam mensuksekan MTQ. Ia menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus upaya meningkatkan iman dan takwa (imtak) umat Islam di tingkat desa.
Penutupan ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam membina generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir qari dan qariah, hafiz danm hafidzah , serta generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.(dbs)