Merajut Sakinah di Usia Senja, Janji Setia Terucap di KUA Binawidya
17 Jan 2026 | 23 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Pekanbaru (Humas). Suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binawidya terasa berbeda pada Kamis pagi, 14 Januari 2026. Bukan hanya karena derap langkah keluarga yang datang dengan wajah penuh bahagia, tetapi juga karena sebuah kisah cinta yang kembali bersemi di usia senja. Dua insan yang telah ditempa perjalanan hidup panjang, akhirnya mengikat janji suci untuk merajut sakinah hingga akhir hayat.
Akad nikah berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar kedua mempelai yang tampak antusias dan haru. Kehangatan doa dan senyum tulus para hadirin membuat pagi itu terasa lebih hidup, seolah menjadi saksi bahwa cinta sejati tak mengenal usia.
Bertindak sebagai penghulu langsung Kepala KUA Binawidya, H. Fahmi Wahyudi, S.H.I., M.Sy., yang dengan penuh ketenangan memandu prosesi ijab kabul. Saksi nikah di antaranya Bapak Hambali, staf KUA Binawidya yang juga dikenal sebagai sosok yang berperan dalam mempertemukan kedua mempelai, menambah makna tersendiri pada peristiwa sakral tersebut. Sesi berfoto menjadi momen candaan oleh pak Kua untuk menggoda kedua pasangan yang tak lagi muda, suara riuh tawa keluarga turut menyemarakkan pernikahan kedua pengantin.
Pengantin laki-laki, Bapak Sugianto, yang akrab disapa Pakdhe, berusia 68 tahun dan telah dua tahun menduda. Sementara pengantin perempuan, Ibu Masyitah Lubis, berusia 60 tahun, telah lima tahun menjanda. Keduanya bertemu dalam kesamaan luka, harapan, dan keinginan untuk saling menguatkan di sisa usia.
“Usia bukan penghalang untuk kembali berikhtiar meraih kebahagiaan,” tutur Ibu Masyitah dengan mata berkaca-kaca. Ia berharap pernikahan ini bukan sekadar menjadi teman di dunia, tetapi juga pendamping hingga ke surga.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pernikahan bukan hanya tentang muda dan pesta meriah, melainkan tentang keberanian membuka hati, kesetiaan menjaga janji, dan niat tulus untuk beribadah bersama. Dari KUA Binawidya pagi itu, sebuah pesan sederhana namun mendalam terpatri: cinta yang diridhai Allah akan selalu menemukan jalannya, kapan pun waktunya. (YOY)