KUA Batanghari Nuban Tanam Pohon, Hidupkan Ekoteologi Lintas Iman
Daerah

KUA Batanghari Nuban Tanam Pohon, Hidupkan Ekoteologi Lintas Iman

  12 Jan 2026 |   23 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Lampung Timur (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari Nuban terus menunjukkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai ekoteologi melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Hal tersebut diwujudkan dengan kegiatan gerakan tanam pohon yang dilaksanakan di Vihara Dharma Dana, Desa Tulung Balak, Kecamatan Batanghari Nuban, Senin (12/1/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala KUA Batanghari Nuban, H. Fahruddin, S.Ag., CWC, bersama jajaran ASN KUA. Turut hadir pengurus Vihara Dharma Dana yang diwakili Romo Saji, para pengurus vihara, serta Penyuluh Agama Buddha, termasuk Indriyani, S.Pd.

Aksi penanaman pohon tersebut menjadi simbol pengamalan ekoteologi, yakni pandangan keagamaan yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian integral dari ibadah dan tanggung jawab spiritual umat beragama. Nilai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkarakter.

Kepala KUA Batanghari Nuban, H. Fahruddin, menegaskan bahwa gerakan tanam pohon lintas iman ini merupakan wujud nyata harmonisasi antara ajaran agama dan agenda pembangunan nasional. Menurutnya, menjaga kelestarian alam bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga amanah keagamaan yang berdampak langsung bagi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

“Merawat alam adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan. Nilai ekoteologi mengajarkan bahwa keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial harus berjalan seiring, sebagaimana visi besar pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Romo Saji menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Batanghari Nuban yang menjadikan vihara sebagai ruang kolaborasi lintas agama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai kegiatan tersebut memperkuat pesan universal agama tentang cinta kasih, keseimbangan alam, dan kehidupan yang harmonis.

Melalui kegiatan ini, KUA Batanghari Nuban menegaskan perannya sebagai representasi Kementerian Agama di tingkat akar rumput dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama, ekoteologi, dan Asta Cita, tidak sekadar dalam wacana, tetapi melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. *MF

Penulis: Kas
Editor: Sol

Bagikan Artikel Ini

Infografis