Daerah
Komitmen Kesataraan dan Peradaban Kecil, KUA Sidikalang Bangun Kursus Catin Tematik
28 Jan 2026 | 19 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus berinovasi dalam membekali pasangan muda yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, Senin (26/01), bertempat di Balai Nikah KUA Sidikalang, digelar kegiatan Kursus Calon Pengantin (Catin) Tematik. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi rumah tangga agar para peserta memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang sebelum akad nikah dilaksanakan.
Hadir sebagai fasilitator utama dalam kegiatan tersebut adalah Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Sidikalang, Sawal Dabutar, S.Sos.I. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, beliau memaparkan materi penting mengenai dinamika kehidupan berumah tangga di era modern. Kehadiran para calon pengantin ini menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai calon suami dan istri dalam bingkai syariat Islam.
Dalam paparannya, Sawal Dabutar menekankan pentingnya membangun Komitmen Samawa (Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah) sebagai tujuan utama pernikahan. Beliau menjelaskan bahwa keluarga yang sakinah tidak datang secara tiba-tiba, melainkan harus diupayakan melalui cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) yang tulus. Komitmen ini harus dijaga sejak hari pertama pernikahan hingga maut memisahkan, dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas utama.
Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam kursus tematik ini adalah mengenai Konsep Kesetaraan dalam rumah tangga. Sawal menjelaskan bahwa dalam Islam, suami dan istri adalah mitra sejajar dalam membangun "peradaban kecil" bernama keluarga. Kesetaraan yang dimaksud adalah kerja sama yang harmonis, di mana tidak ada pihak yang merasa lebih tinggi atau mendominasi secara sepihak, melainkan saling melengkapi dan menghargai peran masing-masing.
Lebih lanjut, fasilitator menjelaskan bahwa kesetaraan juga mencakup pembagian tanggung jawab domestik dan pengambilan keputusan secara musyawarah. Dengan adanya pemahaman tentang kesetaraan ini, diharapkan potensi terjadinya konflik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat diminimalisir. Pasangan diajak untuk selalu mengedepankan komunikasi yang sehat dan menganggap pasangan sebagai teman perjalanan menuju rida Allah SWT.
Kursus ini juga menjadi wadah bagi para calon pengantin untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan yang mungkin dihadapi di awal pernikahan. Sawal Dabutar memberikan tips praktis dalam mengelola emosi dan menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Menurutnya, keterbukaan sejak dini mengenai harapan dan visi masa depan sangat penting agar tidak terjadi benturan ego yang merusak keharmonisan keluarga di kemudian hari.
Suasana di Balai Nikah tampak hidup dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta sangat aktif bertanya mengenai cara menjaga romansa di tengah kesibukan kerja serta bagaimana menyelaraskan hubungan dengan keluarga besar. Materi tematik seperti ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang membutuhkan panduan praktis namun tetap religius dalam menghadapi kehidupan sosial yang semakin kompleks.
Kegiatan kursus catin ini diakhiri dengan harapan agar para calon pengantin di Sidikalang mampu menjadi teladan bagi keluarga lainnya. KUA Sidikalang berkomitmen untuk terus konsisten menyelenggarakan pembinaan serupa demi menekan angka perceraian dan menciptakan ketahanan keluarga yang kokoh. Dengan bekal ilmu yang cukup, diharapkan setiap pasangan yang menikah di bawah naungan KUA Sidikalang dapat mewujudkan keluarga yang bahagia, sejahtera, dan penuh berkah. (MHS)