Daerah
Kepala KUA Sukoharjo Apresiasi Pelestarian Kesenian Janengan
26 Jan 2026 | 27 | Penulis : ADMIN KHUSUS APRI LAMPUNG | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
Pringsewu (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukoharjo, H. Azis Musyafa, menghadiri kegiatan kesenian Janengan yang digelar di kediaman Bapak Hendra, Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang sarat nilai religius dan kearifan tradisi masyarakat Jawa.
Janengan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kesenian ini menampilkan lantunan shalawat serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi tabuhan rebana atau terbang, dengan syair berbahasa Jawa yang mengandung pesan dakwah, nasihat moral, serta ajaran akhlakul karimah. Nuansa religius dan kebersamaan tampak kuat, menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, H. Azis Musyafa menegaskan bahwa kesenian Janengan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari dakwah kultural yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam melalui pendekatan budaya. Menurutnya, seni tradisi mampu menjadi media edukasi keagamaan yang mudah diterima oleh masyarakat lintas generasi.
Ia juga mengutip maqolah ulama, “al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah”, yang bermakna menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Maqolah tersebut dinilainya relevan dengan upaya menjaga keberlangsungan Janengan sebagai warisan Islam Nusantara di tengah arus modernisasi.
Lebih lanjut, Kepala KUA Sukoharjo mengapresiasi masyarakat Pekon Sukoharjo I yang terus menghidupkan kesenian tradisional bernuansa Islami tersebut. Pelestarian budaya lokal, menurutnya, tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menumbuhkan nilai persaudaraan, gotong royong, serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai kesenian tradisional Islami, sehingga nilai-nilai budaya dan agama tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan akan keberkahan bagi seluruh warga. *AM
---
Penulis: Kas
Editor: Sol