Kepala KUA Bengkalis Ikuti Peringatan Isra’ Mi’raj di Musholla Al Ikhlas Kemenag
Daerah

Kepala KUA Bengkalis Ikuti Peringatan Isra’ Mi’raj di Musholla Al Ikhlas Kemenag

  28 Jan 2026 |   22 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Bengkalis (Humas) Kepala KUA Kecamatan Bengkalis, Drs. H. Mahmud, Pukul 08.00 WIB hingga selesai, bersama seluruh staf mengikuti peringatan Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Musholla Al Ikhlas Kemenag Bengkalis. Rabu (28/01/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Filusman, Lc., yang dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang Allah berikan sebagai hiburan dan hadiah bagi Rasulullah SAW di tengah masa duka yang mendalam.

Ustadz Filusman menjelaskan, sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW mengalami cobaan berat dengan wafatnya istri tercinta, Sayyidah Khadijah RA, pada tanggal 11 Ramadhan dalam usia 65 tahun. Khadijah dikenal sebagai wanita kaya raya yang memiliki sekitar 80.000 ekor unta, yang jika dinilai saat ini setara dengan triliunan rupiah. Namun seluruh hartanya diinfakkan untuk perjuangan dakwah Islam, hingga di akhir hayatnya Khadijah wafat dalam keadaan sederhana, bahkan pakaian yang dikenakannya bertambal hingga delapan puluh tiga tambalan.

Dalam kisah haru yang disampaikan, menjelang wafatnya Khadijah RA meminta kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra, agar menyampaikan permohonan kepada Rasulullah SAW untuk menggunakan sorban beliau sebagai kain kafannya. Namun Allah SWT memuliakan Khadijah dengan mengutus Malaikat Jibril membawa lima lembar kain kafan dari surga, masing-masing diperuntukkan bagi Khadijah RA, Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra, Ali bin Abi Thalib, dan Hasan bin Ali. Sementara Husain bin Ali tidak disediakan, karena kelak wafatnya dalam keadaan syahid dengan cara yang sangat menyedihkan.

Ustadz Filusman juga menyampaikan bahwa setelah wafatnya Khadijah, Rasulullah SAW sangat kehilangan hingga sering mengungkapkan kerinduannya. Sepuluh bulan kemudian, di bulan Rajab, paman beliau Abu Thalib bin Abdul Muthallib, yang selama ini menjadi pelindung dan pendukung dakwah Rasulullah SAW, juga wafat. Peristiwa tersebut menjadikan tahun itu dikenal sebagai ‘Aamul Huzni’ (Tahun Kesedihan).

“Di tengah kesedihan yang mendalam itulah, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW dengan memperjalankan beliau dalam peristiwa Isra’ Mi’raj dan menghadiahkan perintah sholat, sebagai penguat dan penopang kehidupan umat Islam,” jelas Ustadz Filusman.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan dapat menambah keimanan dan semangat ibadah bagi seluruh ASN Kementerian Agama, khususnya dalam meneladani keteguhan Rasulullah SAW dalam menghadapi ujian hidup serta menjaga komitmen terhadap sholat sebagai tiang agama. (Eg)

Bagikan Artikel Ini

Infografis