Jaga Terus Kekompakan, KUA Silinda Menyapa Umat Bersama Pengajian Kaum Ibu Al-Barokah
Daerah

Jaga Terus Kekompakan, KUA Silinda Menyapa Umat Bersama Pengajian Kaum Ibu Al-Barokah

  05 Jul 2026 |   17 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Silinda, (Humas). Untuk mewujudkan salah satu poin Asta Protas Kementerian Agama tentang pelayanan keagamaan berdampak sejalan moto kua kecamatan silinda bergerak berdakwah berdampak, rombongan KUA Penyuluh Penghulu hadir menyapa umat bersama Majelis Taklim A-Barokah kongsi empat Desa Tapak Meriah Kecamatan Silinda, Kamis, 02 Juli 2026.

Hal ini menjadi agenda kegiatan rutin bulanan selain pembacaan tahtim, tahlil dan doa juga diisi kajian agama sebulan sekali,seperti yang disampaikan oleh Sariana Damanik selaku ketua.menurut beliau majelis taklim ini beranggotakan tiga puluh orang didominasi profesi ibu rumah tangga, dengan usia bervariasi dari usia tua hingga muda bahkan ada yang belum berumah tangga. 

Selanjutnya beliau juga menerangkan kunjungan kua melalui program menyapa umat dengan bentuk ceramah agama ditambah adanya forum tanya jawab dari jamaah dirasakan membuka nuansa keilmuan dari yang tidak mengerti menjadi mengerti.dari selama ini diabaikan diharapkan setelah pertemuan akan menjadi fokus perhatian. 

Apalagi menyangkut seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Yang kami kaum ibu disibukkan dengan aktivitas rumah tangga seperti mengurus rumah mulai dari kasur sumur dan dapur,suami dan anak2, belanja masak,dan banyak lagi, setidaknya dengan adanya majelis taklim ini kita bisa sejenak melupakan rutinitas tadi bertemu untuk saling sapa antara satu dengan yang lain,bertanya kabar, bahkan mendapatkan informasi baru terkait dengan pelayanan keagamaan yang ada di KUA.

Dalam tausiyahnya, Kepala KUA Edi Syahputera Siregar mengajak seluruh jamaah agar senantiasa tampil terdepan sebagai penggerak amal Sholeh menebar salam,meningkatkan ketaatan untuk selalu menjalankan apa yang diperintahkan, menjauhkan apa yang menjadi larangan, bukan dibalik kelakar pak kua disambut senyum para jamaah, Dunia ini adalah persinggahan sementara dalam rangka terus menambah aset bekal kebaikan yang satu saat dibawah pulang mengahadap sang Kholiq. 

Untuk itu jangan pernah puas apalagi berhenti menjadi orang baik, Salah satunya memelihara kekompakan khususnya berkeluarga apalagi berjiran tetangga, hidup ini harus mengedepankan rasa kepedulian saling paham dan saling mengerti.hindari sifat mau tahu akan kekurangan orang, jangan pernah sibuk mengoreksi kesalahan orang, membuat lupa bahwasanya kitapun kurang dan pernah bersalah, semua manusia pasti pernah berbuat salah, sebaik baik mereka yang berbuat salah adalah ketika mereka sadar akan kesalahannya.bahkan Nabi sendiri pernah berpesan tidak kamu dikatakan beriman sebelum mencintai saudaramu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.diperkuat oleh penegasan Allah dalam Al-Qur'an sesungguhnya orang beriman itu bersaudara maka damaikan jika diantara mereka saling berselisih. 

Manusia itu adalah makhluk sosial, ketergantungan kita kepada orang lain hampir setiap detik menghampiri kehidupan ini.walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi perbedaan tidak sependapat dan sepaham, Perbedaan itu adalah Rahmat bukan azab, justeru ia sebagai pengikat saling melengkapi yang istilah pak kua "nilai kewajaran dari sebuah kehidupan" agar dinamis bukan statis, sunatullah  menambah ramainya jagad raya ini,asal dikedepankan sikap tasamuh atau toleransi belajar menerima perbedaan asal fondasi kekompakan tetap terjaga dan terawat seperti lem yang merekatkan  semua pihak menjadi satu kesatuan yang utuh kuat tidak tergoyahkan, Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pribahasa berbunyi pak kua menutup tausyiahnya.suasana semakin hidup saat ada beberapa pertanyaan dari jamaah selanjutnya ditutup doa dan makan bersama. 




Bagikan Artikel Ini

Infografis