Gerakan Hijau Berbasis Iman: KUA Siak Wujudkan Ekoteologi dalam Aksi Nyata
28 Jan 2026 | 27 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Siak (Humas) Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kini semakin nyata diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak. Melalui gerakan penanaman pohon produktif, keluarga besar KUA Siak menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap alam. (Rabu, 28/01/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor KUA Kecamatan Siak ini menjadi langkah konkret dalam menguatkan nilai ekoteologi pemahaman keagamaan yang menekankan kewajiban menjaga keseimbangan alam sebagai amanah dari Tuhan. .
Kepala KUA Kecamatan Siak, Alwis, menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut ditanam 17 batang pohon produktif, terdiri dari lengkeng, jambu kristal, jambu air, jambu citra, sawo, dan kelapa rendah. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA Kecamatan Siak turut ambil bagian secara aktif.
“Ekoteologi harus dipahami sebagai kesadaran spiritual dalam menjaga alam. Upaya ini dimulai dari lingkungan terkecil, seperti yang kita lakukan hari ini. Menjaga alam adalah bagian dari amanah ilahi yang melekat pada tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ujar Alwis.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal membangun budaya peduli lingkungan berbasis nilai agama. Pohon-pohon produktif yang ditanam diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan kantor, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang secara ekologis maupun ekonomis.
Ke depan, KUA Kecamatan Siak berkomitmen memperluas gerakan penguatan ekoteologi dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. Salah satu rencana strategis adalah mengajak calon pengantin (catin) untuk turut menanam pohon sebagai bagian dari edukasi membangun keluarga yang peduli lingkungan sejak awal.
Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak juga akan diperkuat, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, unsur Upika Kecamatan Siak, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui langkah kecil namun bermakna ini, KUA Kecamatan Siak ingin menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah, dan menjaga lingkungan adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (Rd/ Aws/ Fz)