Daerah
Dalam ceramahnya, Kepala KUA Sukoharjo H. Azis Musyafa, S.Ag menekankan pentingnya peran strategis penyuluh agama Islam sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat. Ia mengajak seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menjadi teladan dalam sikap dan perilaku di tengah masyarakat.
Azis Musyafa menyampaikan ceramah Pengajian Triwulan Penyuluh Agama Islam Kemenag Pringsewu Digelar di Kecamatan Sukoharjo
16 Jan 2026 | 2 | Penulis : Humas PC APRI Pringsewu | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
Pringsewu — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Pengajian Triwulan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Masjid Al Arif, Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Pringsewu sebagai sarana pembinaan, penguatan spiritual, dan silaturahmi.
Pengajian tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur pimpinan daerah, di antaranya H. Zainal Arifin selaku tokoh masyarakat, Camat Sukoharjo, Lusi Ariyani anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH. Bahrudin Fuad, Ketua MWC NU Kecamatan Sukoharjo Kiai Irsadul Ibad, serta Kepala KUA Kecamatan Sukoharjo H. Azis Musyafa, S.Ag yang sekaligus menyampaikan ceramah agama.
“Penyuluh agama bukan hanya penyampai materi keagamaan, tetapi juga pendamping umat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Oleh karena itu, keikhlasan, keteladanan, dan semangat melayani harus senantiasa menjadi ruh dalam setiap pengabdian,” pesannya.
Selain itu, Kepala KUA H. Azis Musyafa, S.Ag juga mendorong para penyuluh agar mampu merespons tantangan zaman dengan pendekatan dakwah yang moderat, sejuk, dan solutif, serta memperkuat sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah setempat.
Kegiatan pengajian triwulan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah antarpenyuluh, meningkatkan kualitas keimanan dan keilmuan, serta memperkuat peran Penyuluh Agama Islam Kemenag Pringsewu dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Sukoharjo dalam ceramahnya menyampaikan pesan khusus kepada seluruh Penyuluh Agama Islam agar senantiasa menjaga niat pengabdian dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam membumikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
Kepala KUA mengingatkan bahwa tantangan dakwah ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, konflik keluarga, perbedaan pemahaman keagamaan, hingga pengaruh media sosial yang kerap memicu disinformasi. Oleh karena itu, penyuluh agama dituntut untuk memiliki wawasan keislaman yang luas, sikap bijaksana, serta kemampuan komunikasi yang santun dan menyejukkan.
“Jadilah penyuluh yang hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika dibutuhkan secara seremonial, tetapi benar-benar menjadi tempat bertanya, tempat mengadu, dan tempat mencari solusi atas persoalan keagamaan dan sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah sebagai modal utama dakwah. Menurutnya, keteladanan perilaku seringkali lebih efektif daripada sekadar penyampaian lisan. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga persatuan, serta menghindari sikap provokatif yang dapat memecah belah umat.
Selain itu, Kepala KUA mengajak para penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui belajar sepanjang hayat, memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah, serta aktif mendukung program-program keagamaan dan kebangsaan yang dicanangkan Kementerian Agama.
Menutup ceramahnya, Kepala KUA berpesan agar seluruh Penyuluh Agama Islam senantiasa menjaga kekompakan, keikhlasan, dan semangat melayani umat. Ia berharap pengajian triwulan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu melahirkan semangat baru dalam berdakwah, sehingga kehadiran penyuluh agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.